Penataan Jalan HR Rasuna Said Sisi Timur Usung Konsep 'Complete Street'
Pemerintah Kota Jakarta Selatan gagas Penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur dengan konsep 'complete street', menciptakan ruang bersama yang inklusif dan mendukung mobilitas berkelanjutan.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan berencana menata ulang Jalan HR Rasuna Said sisi timur dengan mengusung konsep "complete street". Konsep ini bertujuan menjadikan jalan sebagai ruang bersama yang inklusif bagi seluruh pengguna. Sosialisasi mengenai rencana ini telah dilakukan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada Jumat (27/2).
Mukhlisin, Sekretaris Kota Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa Jalan HR Rasuna Said merupakan koridor utama dan strategis di Jakarta Selatan. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan, bisnis, serta pelayanan publik yang vital. Penataan ini diharapkan dapat mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta akan menjadi pelaksana penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur. Proyek ini melibatkan pemotongan besi dan pembongkaran tiang monorel yang sudah tidak berfungsi. Selain itu, penataan utilitas dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga akan dilakukan.
Konsep 'Complete Street' untuk Mobilitas Berkelanjutan
Konsep "complete street" yang diusung dalam Penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur berfokus pada keseimbangan seluruh pengguna jalan. Ini mencakup pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, hingga kendaraan bermotor. Pendekatan ini diharapkan menciptakan tata jalan yang lebih tertib, aman, dan ramah lingkungan.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menekankan bahwa konsep ini mendukung mobilitas berkelanjutan. Dengan demikian, jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur kendaraan, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman dan fungsional. Penataan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Aspek inklusivitas menjadi inti dari penataan ini, memastikan setiap elemen masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas jalan secara optimal. Ruang bersama yang tercipta akan mendorong interaksi sosial dan aktivitas ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang modern dan berdaya saing.
Partisipasi Masyarakat dan Tantangan Konstruksi
Mukhlisin mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemilik gedung dan pemangku kepentingan, untuk memberikan dukungan. Partisipasi aktif dan menjaga ketertiban selama proses pekerjaan berlangsung sangat diperlukan. Kolaborasi ini penting demi kelancaran proyek penataan.
Pekerjaan konstruksi memiliki potensi menimbulkan dinamika di lapangan, termasuk gangguan lalu lintas sementara. Oleh karena itu, koordinasi, komunikasi, dan sosialisasi yang baik menjadi kunci utama. Ini untuk memastikan pekerjaan berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sosialisasi yang diadakan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan dihadiri oleh sekitar 60 peserta. Peserta tersebut terdiri dari pemilik gedung dan unsur pemerintah setempat. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyampaikan informasi dan menyerap masukan.
Wajah Baru HR Rasuna Said yang Representatif
Mukhlisin berharap Penataan Jalan HR Rasuna Said sisi timur dapat menjadikan wajah kawasan lebih representatif dan tertata. Penataan ini juga diharapkan mencerminkan karakter kawasan strategis perkotaan yang modern. Hal ini akan meningkatkan citra Jakarta Selatan sebagai pusat aktivitas yang dinamis.
Perubahan yang signifikan akan terlihat dari pembongkaran tiang monorel yang tidak terpakai dan penataan utilitas. Pemasangan PJU baru juga akan meningkatkan keamanan dan estetika jalan. Semua elemen ini berkontribusi pada penciptaan lingkungan yang lebih baik.
Manfaat jangka panjang dari penataan ini diharapkan meliputi peningkatan kenyamanan dan keselamatan bagi pejalan kaki dan pesepeda. Selain itu, kelancaran mobilitas transportasi umum juga akan semakin optimal. Ini adalah investasi untuk masa depan kota yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews