81 Warga Luka dan 1 Meninggal Akibat Gempa Bumi Magnitudo 6,7 di Sulteng
Empat daerah yang dilakukan pendataan yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat 81 warga terluka dan satu meninggal akibat Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Palu, Selasa (16/6) kemarin. Data BPBD Sulteng mencatat, kerusakan bangunan dan korban jiwa terbanyak di Kabupaten Sigi.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto mengatakan, pascagempa magitugo 6,7, pihaknya langsung melakukan assesment dan pendataan pada empat daerah terdampak. Empat daerah yang dilakukan pendataan yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.
"Berdasarkan data BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika) hingga pukul 20.37 Wita, Selasa (16/6), jumlah gempa susulan sebanyak 99 kali," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).
Akibat gempa tersebut, sejumlah bangunan dan fasilitas umum di empat daerah mengalami kerusakan. Ia merinci untuk di Kota Palu, terdata sejumlah bangunan seperti satu rumah warga rusak dan jembatan 3 Palu alami keretakan.
"Gedung auditorium dan serbaguna Untad (Universitas Tadulako) serta satu tempat usaha mengalami kerusakan. Selain itu, dua hotel yakni Best Western dan Santika juga terdampak gempa," ungkapnya.
Sementara di Kabupaten Sigi, kata Asbudianto, tiga kecamatan terdampak paling parah akibat gempa. Di Kecamatan Palolo, sejumlah rumah ibadah seperti masjid dan gereja mengalami kerusakan.
"Di Kecamatan Palolo, total ada 427 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat. Jumlah rumah warga rusak terbanyak di Desa Uwenuni sebanyak 318 bangunan," kata Asbudianto.
Ratusan Rumah Rusak Ringan
Sementara Kecamata Sigi Kota, dua kantor mengalami kerusakan. Di Kecamatan Sigi Biromaru, ada satu rumah rusak ringan.
"Di Kecamatan Nokilalaki, 325 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, lima rusak berat, satu masjid dan empat gereja terdampak gempa. Di Desa Kamarora ada 13 rumah warga rusak," ungkapnya.
Untuk di Kecamatan Tanambulava, kata Asbudianto, terdapat 19 rumah warga yang mengalami kerusakan. BPBD Sulteng juga mencatat terdapat satu masjid mengalami kerusakan. "Di Kecamata Lindu terdata satu rumah watga rusak ringan," tuturnya.
Di Kabupaten Parigo Moutong, BPBD Sulteng mencatat 34 rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, BPBD juga mencatat empat rumah ibadah juga mengalami kerusakan.
"Di Kabupaten Poso, akses jalan di Napu. Tiga rumah warga terdampak di Desa Tumora," bebernya.
81 Warga Mengalami Luka
Selain bangun rusak, BPBD Sulteng juga mencatat 81 warga mengalami luka ringan maupun berat. Sementara itu, satu warga meninggal dunia.
"Di Kota Palu, dua warga luka ringan. Di Kabupaten Sigi, 76 warga mengalami luka dan satu orang meninggal dunia akibat serangan jantung saat gempa terjadi," ungkapnya.
Sementara untuk di Kabupaten Parimo, BPBD masih melakukan pendataan. Di Kabupaten Poso satu orang luka ringan akibat tertimpa atap rumah.
"Kebutuhan mendesak 10 unit tenda pengungsi, 100 Unit Tenda Keluarga, 1.000 Lembar Matras, 1.000 Lembar Selimut. Selain itu butuh 1.000 Paket Sembako, 20 Unit Genset (Kapasitas 1.000 Watt), dan 500 Pcs Lampu Tenaga Surya," kata Asbudiyanto.
Asbudianto mengatakan hingga saat ini kondisi di empat daerah sudah aman dan kondusif. Meski demikian, Asbudiyanto mengingatkan untuk waspada akan terjadinya potensi gempa susulan. "Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan," ucapnya.