Warga Dukung Penuh, Gubernur Pramono Anung Pastikan Keberlanjutan CFD Rasuna Said
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sekitar 95 persen warga menginginkan agar kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau **CFD Rasuna Said** dapat terus berlanjut, menjadikannya alternatif ruang publik sehat dan strategis di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa sekitar 95 persen warga menginginkan agar kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said dapat terus berlanjut secara berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan Pramono setelah secara resmi memulai kembali kegiatan CFD di kawasan Kuningan pada Minggu, 7 Juni 2026. Kehadiran CFD di lokasi baru ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi emisi dan polusi udara di ibu kota, sekaligus memperluas pilihan ruang olahraga bagi masyarakat.
Menurut Pramono, respons positif dari masyarakat terhadap HBKB Rasuna Said sangat tinggi, dengan mayoritas warga yang ditemuinya di lokasi menginginkan keberlanjutan acara tersebut. Kawasan Kuningan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi titik aktivitas warga yang baru, didukung oleh akses transportasi publik yang memadai serta lingkungan yang nyaman dan strategis. Ini menjadikan CFD Rasuna Said sebagai alternatif menarik bagi warga Jakarta yang selama ini beraktivitas di kawasan Sudirman-Thamrin.
Pelaksanaan CFD Rasuna Said berlangsung setiap Minggu pagi, mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pemprov DKI telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pengalihan lalu lintas dan lokasi parkir, untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan kegiatan bagi seluruh pengunjung. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI untuk menyediakan ruang interaksi sosial yang lebih nyaman dan sehat bagi warganya.
Antusiasme Warga dan Potensi Kawasan Rasuna Said
Gubernur Pramono Anung menggarisbawahi antusiasme luar biasa dari masyarakat terhadap pelaksanaan perdana Car Free Day di Jalan HR Rasuna Said. Ia menyebutkan bahwa sekitar 95 hingga 96 persen masyarakat yang ia temui secara langsung mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan. Respons positif ini menunjukkan kebutuhan masyarakat akan ruang publik yang sehat dan mudah diakses di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.
Kawasan Kuningan, tempat CFD Rasuna Said diselenggarakan, dinilai memiliki karakteristik yang sangat mendukung. Dengan pemandangan yang baik, udara yang relatif lebih segar, dan aksesibilitas yang prima, Pramono yakin area ini akan menjadi "landmark" baru bagi kegiatan Car Free Day di Jakarta. Lokasi ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga sarana bersilaturahmi dan menikmati ruang publik yang lebih nyaman bagi warga.
Selain sebagai tempat untuk berjalan kaki, berlari, dan bersepeda, CFD Rasuna Said juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang lebih nyaman bagi masyarakat. Hal ini memberikan pilihan baru bagi warga yang ingin beraktivitas fisik dan sosial tanpa harus berdesakan di lokasi CFD yang sudah ada sebelumnya. Potensi ini menjadikan Rasuna Said sebagai pusat kegiatan komunal yang penting di Jakarta Selatan.
Dukungan Infrastruktur dan Aksesibilitas CFD Rasuna Said
Untuk mendukung kelancaran kegiatan Car Free Day di Jalan HR Rasuna Said, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 05.30 hingga 09.00 WIB, dengan pengalihan lalu lintas melalui 10 rute alternatif untuk meminimalisir dampak kemacetan di sekitar lokasi. Pengaturan ini memastikan bahwa kegiatan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya secara signifikan.
Fasilitas parkir juga menjadi perhatian utama, dengan disediakannya empat lokasi parkir off street yang mampu menampung 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor. Selain itu, aksesibilitas ke lokasi CFD Rasuna Said sangat didukung oleh layanan transportasi umum terintegrasi. Tujuh rute Transjakarta Jabodebek dan dua rute LRT terhubung langsung ke area ini, memudahkan warga untuk datang tanpa menggunakan kendaraan pribadi.
Secara khusus, Pemprov DKI juga telah menyiapkan kanalisasi satu lajur dari Jalan Karet Raya hingga akses masuk Kedutaan Besar Arab Saudi. Kendaraan yang menuju atau dari kedutaan diimbau untuk menggunakan kendaraan listrik atau kendaraan ramah lingkungan, menunjukkan komitmen terhadap lingkungan yang lebih bersih. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dalam menjadikan CFD Rasuna Said sebagai contoh kegiatan publik yang terencana dan berkelanjutan.
Tujuan Lingkungan dan Pengembangan Ruang Publik
Pelaksanaan kembali Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD di Jalan HR Rasuna Said merupakan inisiatif Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan alternatif ruang publik yang sehat bagi warga. Lebih dari itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai bagian dari upaya kolektif pemerintah daerah untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan dan menekan tingkat polusi udara di ibu kota. Dengan demikian, CFD Rasuna Said berkontribusi pada penciptaan lingkungan kota yang lebih bersih dan layak huni.
Inisiatif ini juga memperluas pilihan kawasan olahraga di Jakarta, memberikan kesempatan lebih banyak bagi warga untuk beraktivitas fisik di luar ruangan. Dengan adanya lokasi baru seperti Rasuna Said, beban di area CFD Sudirman-Thamrin dapat terbagi, sehingga pengalaman berolahraga dan bersosialisasi menjadi lebih nyaman bagi semua. Ini sejalan dengan visi Gubernur Pramono untuk menciptakan kota yang lebih ramah pejalan kaki dan pesepeda.
Gubernur Pramono Anung optimistis bahwa CFD Rasuna Said akan menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Jakarta untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan menikmati ruang publik yang nyaman. Potensi kawasan Kuningan yang strategis dan didukung fasilitas lengkap semakin memperkuat keyakinan ini. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berkelanjutan tetapi juga menginspirasi pengembangan ruang publik sehat lainnya di seluruh penjuru Jakarta.
Sumber: AntaraNews