Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan ambisinya untuk mengubah wajah kawasan Kuningan agar menyerupai kemegahan Jalan Sudirman-Thamrin. Visi ini diharapkan dapat terwujud sebelum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang akan jatuh pada 22 Juni mendatang.
Pramono Anung menyatakan harapannya agar penataan ini mencakup pembangunan pedestrian yang nyaman, sistem selokan yang lebih baik, dan taman-taman yang indah. Pernyataan ini disampaikan dalam acara bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah” di Taman Bendera Pusaka pada Jumat (20/2).
Saat ini, Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta tengah fokus pada pembongkaran tiang monorel yang selama ini berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Pekerjaan ini menjadi langkah awal vital dalam mewujudkan rencana besar Penataan Kawasan Kuningan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Proses pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said menjadi prioritas utama dalam proyek Penataan Kawasan Kuningan. Gubernur Pramono Anung sebelumnya telah meminta agar pengerjaan ini dipercepat dari target awal September.
"Untuk tiang monorel, sebelumnya saya mencanangkan selesai di bulan September. Tetapi setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat,” kata Pramono.
Pramono menargetkan bahwa pengerjaan yang sebelumnya membutuhkan satu hari untuk satu tiang, kini dapat menyelesaikan empat hingga lima tiang dalam sehari. Percepatan ini telah diterapkan di lapangan, memastikan proyek dapat rampung lebih cepat dari jadwal.
Advertisement
Meskipun tiang-tiang tanpa beton sebagian besar sudah terpotong, Pramono mengakui bahwa tiang dengan struktur beton memerlukan waktu pengerjaan yang lebih lama. Namun, ia optimis bahwa seluruh proses akan berjalan sesuai rencana percepatan.
Advertisement
Setelah seluruh tiang monorel berhasil dibongkar, fokus selanjutnya adalah menciptakan ruang publik yang lebih baik di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Pramono Anung menginginkan kawasan tersebut dihiasi dengan taman-taman yang asri dan penataan jalan yang optimal.
Harapannya, Jalan HR Rasuna Said tidak hanya akan menjadi lebih indah tetapi juga bebas dari kemacetan, meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Penataan ini merupakan bagian integral dari upaya menjadikan Kuningan sebagai area yang setara dengan Sudirman-Thamrin.
Anggaran sebesar Rp100 miliar telah dialokasikan untuk proyek ini. Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa dana tersebut tidak hanya untuk pembongkaran tiang monorel semata.
Advertisement
Anggaran tersebut mencakup keseluruhan Penataan Kawasan Kuningan, termasuk pembuatan selokan, penataan jalan, pembangunan pedestrian yang nyaman, hingga penciptaan taman-taman kota. Ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mewujudkan visi tersebut secara komprehensif.
Advertisement
Visi Gubernur Pramono Anung untuk Penataan Kawasan Kuningan mencerminkan ambisi yang lebih besar untuk menjadikan Jakarta sebagai kota modern dan berkelanjutan. Dengan meniru model Sudirman-Thamrin, Kuningan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas yang ramah pejalan kaki dan lingkungan.
Pengembangan pedestrian dan taman kota akan mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, dan pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan polusi udara. Upaya ini sejalan dengan program-program pemerintah kota lainnya.
Selain itu, penataan sistem selokan yang lebih baik akan membantu mengatasi masalah banjir yang kerap melanda beberapa area di Jakarta, termasuk Kuningan. Infrastruktur drainase yang mumpuni adalah kunci untuk menciptakan kota yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Advertisement
Melalui proyek Penataan Kawasan Kuningan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memberikan pengalaman urban yang lebih baik bagi warganya. Harapannya, kawasan ini akan menjadi ikon baru yang memadukan keindahan, fungsionalitas, dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews