Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said, Solusi Urai Kemacetan Jakarta
Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan membongkar 109 tiang monorel mangkrak di Jalan Rasuna Said mulai pekan ketiga Januari 2026. Pembongkaran tiang monorel ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan menata ulang kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta berencana melakukan pembongkaran 109 tiang monorel yang telah lama mangkrak di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Aksi ini dijadwalkan akan dimulai pada pekan ketiga Januari 2026 mendatang. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah provinsi untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di area tersebut.
Anggaran sebesar Rp100 miliar telah disiapkan untuk membiayai proyek pembongkaran tiang-tiang tersebut serta penataan kawasan Kuningan secara menyeluruh. Pembongkaran ini tidak hanya bertujuan untuk memperlancar arus kendaraan, tetapi juga untuk meningkatkan estetika kota. Mobilitas warga diharapkan dapat membaik seiring dengan penataan infrastruktur.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menegaskan bahwa penataan ini juga akan mencakup perbaikan trotoar dan fasilitas pejalan kaki. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam revitalisasi kawasan ini. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk mewujudkan kota yang lebih nyaman dan aman bagi seluruh warganya.
Upaya Mengurai Kemacetan dan Penataan Kawasan
Pembongkaran 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said merupakan langkah vital dalam rencana jangka panjang Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi masalah kemacetan. Tiang-tiang yang terbengkalai ini telah lama menjadi penghalang visual dan fungsional di salah satu arteri utama ibu kota. Dengan dihilangkannya tiang-tiang ini, diharapkan ruang jalan dapat lebih optimal.
Siti Dinar Wenny dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan bahwa penataan kawasan paska pembongkaran akan mencakup banyak aspek. Peningkatan keindahan kota menjadi salah satu fokus utama dari proyek ini. Selain itu, kenyamanan pejalan kaki juga akan diperhatikan melalui perbaikan trotoar dan fasilitas pendukung.
Proyek ini juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki. Perbaikan mobilitas di Jakarta secara keseluruhan menjadi target besar yang ingin dicapai. Ini adalah bagian dari visi Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan infrastruktur kota yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Proses dan Transparansi Pembongkaran Tiang Monorel
Proses pembongkaran tiang monorel ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai pada pekan ketiga Januari 2026. Awalnya, jumlah tiang yang teridentifikasi adalah 98, namun setelah perhitungan ulang, jumlahnya bertambah menjadi 109 tiang. Detail perencanaan ini menunjukkan ketelitian Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam melaksanakan proyek.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Andriansyah, memastikan bahwa seluruh proses akan berjalan transparan. “Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorel mangkrak secara transparan, tertib hukum, dan berorientasi pada kepentingan publik,” kata Afan. Keterbukaan informasi menjadi kunci dalam setiap tahapan pelaksanaan.
Setelah tiang-tiang dibongkar, fokus akan beralih ke penataan menyeluruh Jalan HR. Rasuna Said. Ini meliputi penataan ulang jalan, trotoar, dan peningkatan sarana pejalan kaki. Elemen pendukung seperti penerangan jalan umum juga akan ditingkatkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.
Komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk Infrastruktur
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menegaskan bahwa penataan kawasan Kuningan tidak berarti mengabaikan kebutuhan wilayah lain. “Pada saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga Jakarta,” kata dia. Layanan esensial bagi warga Jakarta juga terus menjadi perhatian utama.
Komitmen ini menunjukkan pendekatan holistik Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan kota. Perbaikan infrastruktur tidak hanya terpusat pada satu area, melainkan merata di berbagai sektor. Hal ini demi memastikan bahwa seluruh warga Jakarta mendapatkan akses yang layak terhadap fasilitas publik.
Dengan adanya pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan, diharapkan Jakarta akan memiliki wajah kota yang lebih modern dan fungsional. Proyek ini menjadi salah satu bukti nyata upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Seluruh tahapan akan diawasi ketat untuk mencapai hasil maksimal.
Sumber: AntaraNews