Gubernur Pramono Perintahkan Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said Dikebut 4-5 Tiang per Hari
Pramono menyebut saat ini pembongkaran sudah sampai pada tiang-tiang yang dibeton, sehingga tingkat kesulitan pemotongannya pun berbeda.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya untuk mempercepat pembongkaran deretan tiang monorel mangkrak di median Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Ia menilai, 4-5 tiang mangkrak yang berjejer dari Stasiun LRT Setiabudi, Sisi Timur hingga Hotel Grand Melia itu bisa dibongkar dalam waktu sehari. Di sepanjang kawasan itu, total ada 109 tiang monorel mangkrak.
"Saya mencanangkan kan diselesaikan di bulan September. Tetapi setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak, kalau perlu empat lima tiang sehari dan sekarang sudah dilakukan," kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
Adapun pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said dilakukan sepenuhnya oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Pramono menyebut saat ini pembongkaran sudah sampai pada tiang-tiang yang dibeton, sehingga tingkat kesulitan pemotongannya pun berbeda.
Pramono Cek TKP
"Untuk yang pemotongan, kebetulan kemarin saya lewat, yang dilakukan sekarang adalah yang mulai ada betonnya. Sehingga untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama, tapi yang tiang-tiang saja hampir semuanya sudah terpotong," jelasnya.
Penataan Kawasan Rasuna Said
Pramono kembali meluruskan bahwa pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said merupakan bagian dari penataan kawasan di wilayah tersebut. Penataan kawasan yang dimaksud juga meliputi perbaikan jalan, pembuatan selokan hingga pedestrian.
"Sekali lagi saya ingin meluruskan karena sekarang ini masih ada yang menganggap bahwa pemotongan tiang itu Rp100 miliar. Padahal enggak, Rp100 miliar itu secara keseluruhan buat selokan, buat jalan, taman, pendestrian, dan sebagainya," kata Pramono.