Fakta Menarik Penurunan Stunting Tulungagung: Angka Turun Drastis, Pemkab Gelontorkan Rp105,9 Miliar!
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menunjukkan komitmen luar biasa dalam Penurunan Stunting Tulungagung dengan alokasi anggaran fantastis. Simak bagaimana mereka berhasil menekan angka stunting secara signifikan!
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kembali menegaskan komitmennya dalam upaya Penurunan Stunting Tulungagung. Pada tahun 2025, Pemkab Tulungagung mengalokasikan anggaran sebesar Rp105,9 miliar. Dana fantastis ini bertujuan untuk mengoptimalkan berbagai program penanganan stunting di seluruh wilayah kabupaten.
Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyatakan bahwa komitmen anggaran kesehatan tersebut merupakan langkah strategis. Ini dilakukan untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting yang pada tahun 2024 telah mencapai angka 13,7 persen. Pemerintah daerah berambisi agar prevalensi stunting ini dapat terus ditekan hingga mendekati nol persen.
Capaian Tulungagung dalam menurunkan prevalensi stunting ini patut diacungi jempol. Pada tingkat nasional, penurunan angka stunting di Tulungagung menjadi salah satu yang tertinggi. Angka stunting yang semula 29,62 persen pada tahun 2018, kini berhasil diturunkan menjadi 13,70 persen pada tahun 2024.
Komitmen Anggaran dan Kebijakan Progresif
Komitmen Pemkab Tulungagung dalam Penurunan Stunting Tulungagung tidak hanya berhenti pada alokasi anggaran besar. Berbagai upaya konkret telah dilakukan, terutama dalam penanganan gizi dan mutu asupan bagi ibu dan anak di seluruh kecamatan. Hasilnya, prevalensi stunting di daerah ini berhasil diturunkan secara signifikan.
Penurunan drastis ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah daerah yang progresif. Sejak diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 52 Tahun 2019, yang kemudian diperbarui pada tahun 2020, regulasi ini menjadi dasar kuat bagi berbagai intervensi penanganan stunting. Perbup tersebut memberikan landasan hukum yang jelas untuk program-program terkait.
Wakil Bupati Baharudin kembali menekankan bahwa pada tahun 2018, kasus stunting di Tulungagung memang menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Namun, berkat komitmen kuat dari pemerintah kabupaten, angka tersebut berhasil ditekan. Ini menunjukkan efektivitas kebijakan dan program yang telah dijalankan.
Strategi Intervensi dan Dampak Nyata di Lapangan
Anggaran yang dialokasikan oleh Pemkab Tulungagung pada tahun ini digunakan untuk berbagai program penanganan stunting. Program-program tersebut mencakup intervensi langsung maupun tidak langsung. Seluruh kecamatan di Tulungagung menjadi sasaran dari program-program komprehensif ini.
Salah satu contoh keberhasilan nyata terlihat di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol. Pada tahun 2024, desa ini menerima alokasi dana sebesar Rp667 juta khusus untuk program pencegahan stunting. Investasi ini membuahkan hasil positif yang signifikan.
Pada tahun 2022, Desa Jabalsari menyumbang kasus stunting tertinggi dengan angka 6,29 persen. Namun, berkat intervensi dan program yang diterapkan, angka tersebut berhasil turun drastis. Pada tahun 2024, prevalensi stunting di Desa Jabalsari hanya mencapai 1,59 persen, menunjukkan dampak positif dari program yang terarah.
Apresiasi Nasional dan Optimisme Masa Depan
Capaian Penurunan Stunting Tulungagung mendapat apresiasi dari tingkat nasional. Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI, Anastutik Wiryaningsih, menilai bahwa progres Tulungagung sangat signifikan. Keberhasilan ini turut menyumbang angka penurunan stunting secara nasional.
Menurut Anastutik, Provinsi Jawa Timur masuk dalam daftar 15 besar daerah dengan progres terbaik dalam upaya penurunan stunting. Kabupaten Tulungagung, khususnya, memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pencapaian ini. Hal ini menunjukkan bahwa upaya lokal memiliki dampak yang luas.
Meskipun target nasional penurunan stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024 belum sepenuhnya tercapai, capaian di sejumlah daerah seperti Tulungagung menunjukkan tren positif. Ini memberikan optimisme yang kuat terhadap target berikutnya. Komitmen dan kerja keras pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan bebas stunting di masa depan.
Sumber: AntaraNews