Fakta Gempa Banyuwangi Magnitudo 5,7: BPBD Jatim Kirim Bantuan & Ada 19 Gempa Susulan
Pasca Gempa Banyuwangi magnitudo 5,7, BPBD Jatim bergerak cepat mengirimkan personel dan logistik, sementara 19 gempa susulan tercatat. Bagaimana dampak kerusakan yang terjadi?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) telah mengirimkan bantuan personel dan logistik kepada korban Gempa Banyuwangi. Gempa ini berkekuatan magnitudo 5,7 yang terjadi di 46 kilometer Timur Laut Banyuwangi pada Kamis (25/9) sore.
Respons cepat ini dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak di berbagai wilayah. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim langsung bertolak ke Banyuwangi untuk bergabung dengan tim BPBD setempat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Mereka juga akan melakukan asesmen di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Situbondo, Jember, dan Bondowoso.
Respons Cepat BPBD Jatim dan Arahan Gubernur
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim segera dikerahkan. Tim ini langsung menuju Banyuwangi untuk berkoordinasi dengan BPBD setempat dan melakukan penilaian kerusakan.
"Guna melakukan assessment di sejumlah wilayah terdampak termasuk di Kabupaten Situbondo, Jember, dan Bondowoso," kata Gatot Soebroto di Surabaya, Sabtu.
Selain dukungan personel, Tim BPBD Jatim juga membawa sejumlah bantuan logistik esensial untuk masyarakat yang terdampak Gempa Banyuwangi. Respons cepat ini merupakan implementasi dari arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Gatot menambahkan, "Kami juga memberangkatkan Tim RR (Rehabilitasi dan Rekonstruksi) untuk menghitung cepat berbagai kerusakan yang timbul akibat gempa, agar bantuan material juga bisa diberikan dengan cepat."
Kronologi dan Data Gempa Susulan
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gempa Banyuwangi terjadi pada pukul 16.04.12 WIB. Gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 5,7.
Pusat gempa berada di koordinat 7,82 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,47 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 12 kilometer. Lokasinya sekitar 46 kilometer Timur Laut Banyuwangi.
Gempa ini dirasakan di berbagai daerah di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Situbondo, Jember, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Malang, Pasuruan, hingga Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Kota Surabaya.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 20.00 WIB, terjadi gempa susulan. Hasil monitoring BMKG mencatat adanya 19 kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo tertinggi 3,6.
Dampak Kerusakan dan Upaya Penanganan
Update data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim pada Jumat (26/9) pukul 06.00 WIB menunjukkan dampak parah Gempa Banyuwangi. Wilayah yang paling terdampak adalah Situbondo, Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso.
Di Jember, satu warga bernama Toni B. Rodiyah dari Desa Mrawan mengalami luka ringan, dan satu rumah dilaporkan rusak berat. Ini menjadi salah satu fokus penanganan awal.
Sementara itu, di Kabupaten Situbondo, dampak kerusakan lebih meluas. Sebanyak 24 rumah mengalami rusak ringan, 10 rumah rusak sedang, dan 26 rumah rusak berat. Selain itu, dua fasilitas umum (kantor), satu tempat usaha, dan satu masjid juga mengalami kerusakan.
Untuk Kabupaten Banyuwangi, empat rumah rusak ringan, dua rumah rusak sedang, dan tiga rumah rusak berat. Satu masjid juga dilaporkan rusak. Di Bondowoso, satu rumah rusak sedang dan dua rumah rusak berat.
Saat ini, Tim BPBD Jatim bersama Tim BPBD Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso terus melakukan asesmen terhadap sejumlah kerusakan di lokasi kejadian. Gatot menegaskan, "Personel BPBD Jatim bersama Tim BPBD setempat juga membagikan bantuan logistik dan melakukan hitung cepat kerusakan, agar bisa segera ditindaklanjuti dengan memberikan bantuan material."
Sumber: AntaraNews