BPBD Jatim Gerak Cepat Lakukan Perbaikan EWS Banjir di Jombang Pasca Diterjang Material Sungai
Tim BPBD Jatim sigap melakukan perbaikan EWS banjir di Jombang yang rusak akibat terjangan material sungai. Simak detail upaya perbaikan EWS BPBD Jatim untuk mitigasi bencana.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bergerak cepat menanggapi kerusakan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir di Kabupaten Jombang. Peristiwa ini terjadi di Desa Tapen, di mana peralatan EWS diterjang material pohon yang terbawa arus deras Sungai Marmoyo pada Selasa lalu.
Kerusakan EWS ini menjadi perhatian serius mengingat fungsinya yang krusial dalam mitigasi bencana banjir di wilayah tersebut. Tim BPBD Jatim, berkolaborasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jombang, segera meninjau lokasi untuk memastikan kondisi peralatan.
Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan merencanakan langkah perbaikan secepatnya. Langkah tanggap darurat ini menunjukkan komitmen BPBD dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah tingginya curah hujan saat ini.
Kerusakan EWS Akibat Terjangan Material Sungai
Ketua Tim Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, menjelaskan bahwa EWS tersebut tersapu oleh material banjir dan tumpukan pohon. Bahkan, sensor EWS juga terkena terjangan material bambu yang terbawa arus sungai.
Menurut Dadang, tingginya curah hujan di tengah cuaca ekstrem saat ini menjadi pemicu utama kerusakan tersebut. Material yang terbawa arus Sungai Marmoyo Jombang memiliki kekuatan yang cukup besar hingga mampu merusak peralatan vital ini.
Tim BPBD Jatim segera melakukan asesmen dan penanganan sementara di lokasi kejadian. Penanganan awal ini meliputi pembersihan material pohon dan kayu yang masih berada di sekitar area EWS menggunakan perahu karet, untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memudahkan proses perbaikan.
Status Awas dan Upaya Perbaikan Cepat
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, mengungkapkan bahwa dari pantauan dashboard BPBD, EWS banjir di lokasi tersebut telah menunjukkan sinyal status awas sejak akhir pekan lalu. Hal ini mengindikasikan risiko banjir yang tinggi di area tersebut.
Melihat kondisi ini, Deni menegaskan bahwa BPBD Jatim akan segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap EWS yang rusak. Kecepatan perbaikan menjadi prioritas utama untuk mengembalikan fungsi deteksi dini banjir.
Perbaikan EWS ini sangat penting untuk memberikan informasi akurat dan tepat waktu kepada masyarakat mengenai potensi banjir. Dengan begitu, masyarakat dapat melakukan evakuasi atau persiapan mitigasi lainnya secara lebih efektif.
Kewaspadaan BPBD Jatim Hadapi Bencana Hidrometeorologi
BPBD Jatim terus meningkatkan kesiapsiagaan menyusul masih tingginya curah hujan yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur. Potensi bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor menjadi perhatian utama petugas.
Petugas BPBD Jatim secara aktif melakukan pemantauan dan patroli di daerah-daerah rawan bencana. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait juga terus diperkuat untuk memastikan respons yang cepat dan terkoordinasi jika terjadi bencana.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang. Kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi kapan saja, terutama di musim penghujan.
Sumber: AntaraNews