Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah mengirimkan lebih dari 140 ton bantuan kemanusiaan. Bantuan ini ditujukan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Ini merupakan respons cepat atas kebutuhan mendesak di daerah tersebut.
Donasi masif ini merupakan hasil kolaborasi dari Pemerintah Provinsi Jatim, pemerintah kabupaten/kota, serta partisipasi aktif masyarakat Jawa Timur. Proses pengumpulan bantuan telah dibuka sejak awal dan diperpanjang hingga tanggal 11 Desember lalu. Animo masyarakat Jatim sangat luar biasa dalam menyalurkan kepeduliannya.
Selain logistik, Pemprov Jatim juga mengirimkan relawan dan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan di lapangan. Bantuan keuangan antardaerah turut dialokasikan sesuai ketentuan pemerintah pusat. Upaya ini menegaskan komitmen solidaritas dari Jawa Timur.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Masyarakat dan Dukungan Pemerintah Jatim
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, menjelaskan bahwa total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari 140 ton. Bantuan ini berasal dari donasi masyarakat, perusahaan-perusahaan besar, serta kontribusi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Kita membuka donasi dari awal kemudian animo masyarakat Jatim luar biasa, dan kebutuhan di sana sangat besar dan kita perpanjang sampai tgl 11 kemarin. Alhamdulillah perusahaan-perusahaan besar dan masyarakat turut ikut memberi bantuan," kata Adhy.
Adhy, yang juga Kepala BPBD Jawa Timur, menambahkan bahwa bantuan yang masih tersisa lebih dari 40 ton di Kantor BPBD Jatim mulai dikirim secara lebih spesifik ke tingkat kabupaten. Hal ini sesuai dengan kebutuhan di lapangan, setelah Gubernur Jawa Timur turun langsung melihat kondisi di Pidie Jaya, Bireun, Aceh Tamiang, dan Aceh Selatan. "Kemarin kita sudah mengirim Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Selatan yang masih agak berat sesuai permintaan bupatinya," ujarnya.
Tidak hanya logistik, Pemprov Jatim juga mengirimkan tim relawan dan tenaga kesehatan. "Jadi Tagana kita kirim 27 relawan. Ada yang di Aceh Tamiang, ada yang di Pidie Jaya. Dan ada permintaan dokter spesialis penyakit dalam kita kirim enam dengan obat-obatannya," terang Adhy. Ia juga menegaskan komitmen transparansi dalam pengiriman donasi masyarakat agar dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat.
Advertisement
Advertisement
Bantuan Keuangan dan Logistik Komprehensif
Selain bantuan barang, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan keuangan antardaerah sesuai ketentuan pemerintah pusat. "Kita juga telah alokasikan Bantuan Keuangan sebesar Rp5 miliar ke Sumatera Utara, Rp2,5 miliar ke Sumatera Barat, dan Rp3 miliar di Aceh itu sesuai SE Mendagri untuk bantuan keuangan," tambah Adhy Karyono.
Adhy menegaskan bahwa Pemprov Jatim turut menganggarkan biaya transportasi pengiriman bantuan logistik. "Kami menggunakan armada kargo baik yang dari Surabaya maupun dari Jakarta. Saat ini ada juga bantuan yang kami kirim melalui Pelni," jelasnya. Tujuannya adalah agar barang-barang tersebut benar-benar sampai dan bermanfaat, serta menunjukkan kepedulian masyarakat Jatim.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa bantuan yang dikirim merupakan gabungan dari masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, dan Pemerintah Provinsi setempat. Solidaritas ini mencerminkan kekuatan persaudaraan antarwarga negara.
Advertisement
Advertisement
Klarifikasi Isu Baliho dan Komitmen Kemanusiaan
Terkait baliho bantuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sempat viral di media sosial, Gatot Soebroto memberikan klarifikasi. "Bahwa Gubernur adalah simbol pemerintahan provinsi. Dan beberapa baliho yang terpasang di truk itu adalah bantuan yang dari Pemprov Jatim," kata Gatot. Ia menjelaskan bahwa baliho tersebut merupakan inisiatif dari teman-teman BPBD.
Gatot juga menyampaikan permohonan maaf jika pemasangan baliho tersebut tidak berkenan di masyarakat. "Kami minta maaf jika tidak berkenan di masyarakat. Ke depan kami akan mengevaluasi," ujarnya, menunjukkan komitmen untuk perbaikan.
BPBD Jatim memastikan bahwa relawan telah bekerja tanpa henti selama belasan hari untuk menyiapkan dan mengirimkan bantuan ke Sumatera-Aceh. "Mohon upaya kemanusiaan ini jangan dipelintir ke hal-hal lain," pungkas Gatot, menekankan pentingnya fokus pada misi kemanusiaan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews