Fakta Unik: Presiden Prabowo Turut Prihatin, Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Situbondo M 5,4

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak gempa Situbondo berkekuatan M 5,4 yang merusak ratusan rumah. BNPB dikerahkan untuk penanganan cepat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Presiden Prabowo Turut Prihatin, Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Situbondo M 5,4
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak gempa Situbondo berkekuatan M 5,4 yang merusak ratusan rumah. BNPB dikerahkan untuk penanganan cepat. (Merdeka.com)

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (25/9) sore. Peristiwa alam ini menyebabkan kerusakan signifikan pada ratusan rumah warga di empat desa. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.

Sebagai respons cepat, Presiden Prabowo mengutus Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera turun tangan. BNPB ditugaskan mendampingi pemerintah daerah dalam upaya penanganan bencana gempa Situbondo. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam membantu korban terdampak.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, langsung mengunjungi lokasi terdampak di Desa Sumberwaru. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan awal pascagempa berjalan optimal. Bantuan tenda keluarga segera dikirim untuk para korban yang rumahnya rusak berat.

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perhatiannya terhadap bencana gempa Situbondo dengan mengutus BNPB. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan darurat dapat berjalan efektif dan efisien. Kehadiran tim dari pusat diharapkan dapat mempercepat pemulihan di lokasi.

Agus Riyanto dari BNPB menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendampingi pemerintah daerah. Pendampingan ini mencakup koordinasi dan penyediaan sumber daya yang dibutuhkan. Fokus utama adalah penanganan cepat bagi warga yang terdampak langsung.

Untuk korban dengan rumah rusak berat, BNPB segera mengirimkan bantuan tenda keluarga. Tenda-tenda ini berfungsi sebagai tempat pengungsian sementara yang aman. Warga yang rumahnya tidak layak huni diimbau untuk mengungsi demi keselamatan.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,4 ini berpusat 18 kilometer tenggara laut Desa Sumberwaru, Situbondo. Kedalaman gempa tercatat 12 kilometer, namun dipastikan tidak berpotensi tsunami. Informasi ini dirilis oleh BMKG setelah pemutakhiran data awal.

Hingga Jumat sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat 99 rumah rusak akibat gempa. Kerusakan ini tersebar di empat desa di Kecamatan Banyuputih, yaitu Sumberwaru, Sumberanyar, Sumberejo, dan Wonorejo. Beberapa fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Desa Sumberwaru menjadi lokasi dengan dampak terparah dan jumlah kerusakan terbanyak. Tercatat 60 rumah di desa ini mengalami rusak ringan hingga berat. Selain itu, mushala dan beberapa pos Resort Labuhan Taman Nasional Baluran juga terdampak.

Dampak gempa tidak hanya terbatas di Situbondo, tetapi juga meluas ke Banyuwangi. Tiga desa di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, juga melaporkan kerusakan ringan hingga sedang pada sejumlah rumah. Ini menunjukkan cakupan dampak yang cukup luas dari peristiwa gempa tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi