Gubernur Jateng Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Cilacap, Libatkan Ribuan Relawan dan Alat Berat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan percepatan Penanganan Longsor Cilacap di Desa Cibeunying, mengerahkan ribuan relawan dan alat berat untuk mencari korban hilang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menginstruksikan percepatan penanganan bencana tanah longsor. Bencana ini terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Instruksi tersebut disampaikan langsung saat Gubernur meninjau lokasi terdampak pada Minggu (16/11). Fokus utama adalah pengerahan penuh alat berat serta optimalisasi personel SAR gabungan.
Langkah ini bertujuan mempercepat penemuan korban yang masih tertimbun material longsor. Penanganan juga memastikan layanan dasar serta pemulihan bagi masyarakat terdampak terpenuhi.
Koordinasi dan Pengerahan Ribuan Relawan
Dalam upaya percepatan Penanganan Longsor Cilacap, Gubernur Luthfi menggelar rapat terbatas di lokasi bencana. Rapat ini melibatkan Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Bupati Cilacap, OPD terkait, serta tim SAR gabungan. Tujuan rapat adalah mengkoordinasikan strategi pencarian dan penanganan pasca-bencana.
Gubernur Luthfi menyatakan, "Hari ini kita lakukan rapat evaluasi ketiga, hampir 920 relawan bergabung melakukan pencarian, khususnya terhadap korban yang masih tertimbun." Jumlah relawan yang besar ini menunjukkan skala Penanganan Longsor Cilacap yang komprehensif. Mereka bekerja tanpa henti untuk mencari korban yang hilang.
Percepatan penanganan dibagi menjadi empat klaster utama untuk efektivitas kerja. Klaster SAR dikomandoi oleh Basarnas, sementara klaster sarana prasarana oleh Dinas PUBMCK Jateng dan Kementerian Pekerjaan Umum. Pembagian tugas ini memastikan setiap aspek Penanganan Longsor Cilacap tertangani dengan baik.
Klaster logistik dan pengungsian diampu oleh Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi/Kabupaten Cilacap. Klaster kesehatan ditangani oleh Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten Cilacap. Koordinasi antar klaster ini krusial agar layanan dasar masyarakat dan korban terpenuhi secara optimal.
Kondisi Terkini dan Upaya Pemulihan
Kepala Pelaksana BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengonfirmasi bahwa operasi SAR untuk Penanganan Longsor Cilacap tetap berlanjut pada hari keempat. Perkembangan temuan korban akan dirilis secara resmi oleh Basarnas. Fokus tetap pada pencarian 11 korban yang masih hilang.
Selain pencarian, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang bagi keluarga terdampak. Upaya ini memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa sulit. Penanganan Longsor Cilacap tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga pada kesejahteraan penyintas.
Dua lokasi pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga terdampak, yaitu di madrasah tsanawiyah (MTs) dan Balai Desa Cibeunying. "Semalam mencapai 100 orang di MTs dan 60 orang di Balai Desa," kata Bergas. Masyarakat diarahkan ke tempat aman saat cuaca tidak mendukung.
Bencana tanah longsor ini terjadi pada Kamis (13/11) sekitar pukul 19.00 WIB, menimbun rumah warga di Dusun Tarukahan dan Cibuyut. Data sementara menunjukkan 46 korban, dengan 23 selamat, 2 meninggal dunia, dan 21 orang dilaporkan hilang pada awal kejadian. Hingga Minggu (16/11), 11 korban masih dalam pencarian intensif.
Bantuan dan Dampak Bencana
Dalam kunjungan Penanganan Longsor Cilacap, Gubernur Luthfi berdialog langsung dengan para penyintas. Beliau juga menyerahkan berbagai bantuan untuk meringankan beban korban bencana. Bantuan ini merupakan bagian penting dari upaya pemulihan.
Bantuan yang diserahkan meliputi dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jateng sebesar Rp400 juta. Dana ini dialokasikan untuk penanganan 12 rumah roboh/musnah dan 16 rumah rusak berat. Donasi Korpri Jateng sebesar Rp34 juta juga diberikan untuk 17 keluarga terdampak.
Selain itu, terdapat bantuan tiga ton beras dari BKK Korwil Banyumas dan dua ton beras dari Dinas Ketahanan Pangan Jateng. Sebanyak 180 paket sembako dari Biro Umum Sekretariat Daerah Jateng serta santunan dari Baznas Jateng turut disalurkan. Semua bantuan ini menunjukkan komitmen terhadap Penanganan Longsor Cilacap.
Longsor tersebut merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman, menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter dan retakan sepanjang 25 meter. Dampak bencana ini sangat signifikan bagi warga setempat.
Sumber: AntaraNews