Sidoarjo – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dalam menunjang kesiapsiagaan bencana alam. Apresiasi ini disampaikan usai kunjungan kerja tim Komisi VIII DPR RI ke kantor BPBD Jatim pada Kamis (22/1).
Ketua Tim Kunjungan Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, secara khusus memuji fasilitas edukasi bencana, kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, serta kelengkapan peralatan dan sarana prasarana yang dimiliki BPBD Jatim. Menurutnya, inovasi dan kelengkapan yang ada di Jawa Timur patut menjadi teladan bagi provinsi lain di Indonesia.
Fasilitas seperti tenda pendidikan bencana dan kendaraan command center yang hanya dimiliki Jawa Timur menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen BPBD Jatim dalam menghadapi potensi bencana yang semakin meningkat di berbagai daerah.
Advertisement
Advertisement
Komisi VIII DPR RI menyoroti keunikan sarana prasarana yang dimiliki BPBD Jawa Timur. I Ketut Kariyasa Adnyana menegaskan bahwa sejumlah fasilitas seperti tenda pendidikan bencana dan kendaraan command center adalah aset yang hanya dimiliki oleh Jawa Timur. Kondisi ini menjadikan BPBD Jatim sebagai percontohan bagi provinsi lain dalam memperkuat penanganan bencana secara nasional.
Anggota DPR RI Haeny Relawati juga turut memuji keberadaan Kendaraan Command Center BPBD One, yang merupakan satu-satunya di Indonesia dan dibiayai oleh APBD Provinsi. Ia bahkan mengusulkan perlunya penambahan mobile command center serupa untuk daerah-daerah yang rawan bencana. Apresiasi khusus disampaikan kepada Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa atas fasilitasi ini.
Kunjungan Komisi VIII DPR RI diawali dengan peninjauan langsung fasilitas edukasi bencana dan peralatan kebencanaan yang dimiliki BPBD Jatim. Di antaranya adalah Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina), Simulator Gempa Bumi, dan Kendaraan Command Center BPBD One. Fasilitas-fasilitas ini menunjukkan keseriusan BPBD Jatim dalam meningkatkan literasi dan kesiapan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
Advertisement
Advertisement
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan apresiasi dari anggota Komisi VIII DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, Gatot juga menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi BPBD Jatim dalam upaya penanggulangan bencana di provinsi tersebut.
Ia secara khusus meminta dukungan dari para anggota legislatif terkait persoalan kewenangan antara pusat dan daerah yang seringkali menjadi kendala. Contoh kasus yang disebutkan meliputi penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo, serta normalisasi sungai lahar dingin di kawasan Gunung Semeru Lumajang.
Dukungan legislatif diharapkan dapat membantu BPBD Jatim dalam mengatasi hambatan administratif dan koordinasi. Hal ini krusial untuk memastikan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan responsif, mengingat kompleksitas geografis dan kerentanan Jawa Timur terhadap berbagai jenis bencana alam.
Advertisement
Advertisement
Kunjungan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif di tingkat pusat dengan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Kehadiran Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto dan Dirjen Linjamsos Kemensos RI Agus Zainal Arifin, serta perwakilan Dinsos Jatim, menggarisbawahi komitmen bersama ini.
Pengalaman dan inovasi yang diterapkan BPBD Jatim diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mengembangkan sistem kesiapsiagaan bencana yang lebih robust. Dengan demikian, kapasitas nasional dalam menghadapi bencana dapat ditingkatkan secara merata.
Peningkatan kesadaran dan edukasi bencana melalui fasilitas seperti Mosipena dan Tenpina sangat penting untuk membangun masyarakat yang tangguh. Dukungan berkelanjutan dari Komisi VIII DPR RI dan pemerintah pusat akan menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia yang lebih aman dari ancaman bencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews