Dubes Iran Jamin Perlindungan WNI Selama Unjuk Rasa Besar, KBRI Teheran Pantau Ketat
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan komitmen pemerintahnya untuk menjamin perlindungan WNI selama unjuk rasa besar di Iran, berkoordinasi erat dengan KBRI Teheran.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan jaminan pemerintah Iran terhadap keselamatan seluruh warga negara asing, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI), di tengah gelombang unjuk rasa besar yang melanda negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Dubes Boroujerdi dalam taklimat media yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Kamis.
Boroujerdi menekankan bahwa pihaknya secara aktif berkomunikasi dan berkoordinasi erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran. Tujuannya adalah untuk terus memantau keamanan para WNI yang berada di Iran.
Pemerintah Iran juga telah menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan bantuan kepada WNI di seluruh wilayah Iran demi memastikan keselamatan mereka. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Iran untuk mengutamakan keselamatan masyarakat sipil dan warga negara asing selama periode protes.
Komitmen Iran Terhadap Keamanan Warga Asing
Pemerintah Iran secara konsisten berupaya mengutamakan keselamatan masyarakat sipil dan memantau keamanan warga negara asing (WNA) di negaranya. Dubes Boroujerdi menegaskan bahwa komitmen ini berlaku penuh selama unjuk rasa besar yang terjadi di Iran.
Dalam rangka menjamin perlindungan WNI, pemerintah Iran telah menyampaikan kepada KBRI Teheran mengenai kesiapan untuk membantu di mana pun mereka berada. Hal ini menunjukkan keseriusan Iran dalam menjaga hubungan baik dan memastikan keamanan warga negara sahabat.
Koordinasi yang erat antara Duta Besar Iran dan KBRI Teheran menjadi kunci dalam upaya pemantauan dan penanganan situasi. Langkah proaktif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para WNI yang tinggal atau menempuh pendidikan di Iran.
Kondisi WNI dan Respons Kementerian Luar Negeri RI
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) pada 12 Januari lalu telah memastikan bahwa WNI di berbagai wilayah Iran, khususnya di Qom dan Isfahan, tidak melaporkan adanya gangguan keamanan signifikan. Sebagian besar WNI di Iran merupakan pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan, terutama di Kota Qom.
KBRI Teheran menilai bahwa evakuasi WNI belum diperlukan berdasarkan situasi terkini. Namun, persiapan untuk mengantisipasi eskalasi konflik sesuai rencana kontingensi terus dilakukan secara cermat.
Semua WNI di Iran diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memantau situasi melalui sumber informasi resmi. Mereka juga diminta untuk menghindari lokasi demonstrasi serta kerumunan massa, dan menjaga komunikasi berkelanjutan dengan KBRI Teheran.
Latar Belakang dan Dampak Unjuk Rasa
Aksi protes besar yang meletus di puluhan kota di Iran sejak akhir Desember lalu telah mereda pada pertengahan bulan ini. Data resmi pemerintah Iran mencatat 3.117 orang tewas akibat unjuk rasa tersebut, dengan 2.427 korban di antaranya adalah warga sipil dan aparat keamanan.
Unjuk rasa ini awalnya dipicu oleh kesulitan ekonomi dan depresiasi tajam mata uang rial Iran. Namun, otoritas Iran menyatakan bahwa aksi protes tersebut kemudian berubah menjadi kerusuhan.
Menurut keterangan otoritas Iran, kerusuhan tersebut diakibatkan oleh 'pembajakan' oleh oknum-oknum yang terafiliasi dengan pihak intelijen Israel dan Amerika Serikat. Tuduhan ini memberikan perspektif tambahan mengenai kompleksitas di balik gelombang protes tersebut.
Sumber: AntaraNews