2.285 WNI Telah Pulang dari Timur Tengah, Evakuasi Tambahan dari Iran Terus Dipersiapkan

Kemlu juga berperan dalam memfasilitasi pemulangan tiga jenazah prajurit TNI telah gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
2.285 WNI Telah Pulang dari Timur Tengah, Evakuasi Tambahan dari Iran Terus Dipersiapkan
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah pada Rabu (8/4/2026) di Jakarta, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap WNI (© 2026 Liputan6.com)

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran dan kawasan Timur Tengah, terutama di tengah meningkatnya konflik dimulai sejak akhir Februari lalu.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan bahwa pemantauan ini dilakukan secara intensif oleh Kemlu RI bersama semua perwakilan RI di kawasan tersebut.

"Sejak eskalasi pada 28 Februari, kami terus memantau perkembangan situasi dan memastikan perlindungan bagi WNI di Iran dan Timur Tengah," kata Heni dalam pengarahan di Kemlu RI pada Rabu (8/4).

Hingga saat ini, perwakilan RI telah berhasil memfasilitasi repatriasi mandiri sebanyak 2.285 WNI dari kawasan tersebut, jumlah ini belum termasuk jamaah umrah yang juga telah dipulangkan ke Indonesia.

Selain itu, Kemlu RI juga turut memfasilitasi pemulangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Di tengah keterbatasan penerbangan, sekitar 720 WNI masih tertahan di berbagai wilayah Timur Tengah, dan pemerintah terus berupaya untuk memulangkan mereka dengan menunggu ketersediaan penerbangan yang aman.

Kondisi di Iran juga menjadi perhatian, di mana Kedutaan Besar RI di Teheran terus menjalin komunikasi intensif dengan semua WNI, baik yang menetap maupun yang bersifat sementara. Saat ini, tercatat sekitar 281 WNI masih berada di Iran, termasuk 35 awak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapal-kapal di wilayah pesisir.

Kemlu RI juga sedang mempersiapkan rencana evakuasi tahap lanjutan bagi WNI yang memilih untuk meninggalkan Iran, dengan memperhatikan kondisi keamanan di lapangan.

"Rencana evakuasi terus disesuaikan dengan situasi terkini, termasuk memastikan jalur yang digunakan aman, baik menuju titik kumpul maupun ke negara tujuan evakuasi," kata Heni.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan WNI menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil di tengah dinamika keamanan kawasan yang masih berkembang. Dengan terus memantau dan memfasilitasi kepulangan WNI,

Kemlu RI berkomitmen untuk melindungi warganya di luar negeri, terutama di wilayah yang sedang menghadapi konflik. Langkah-langkah yang diambil mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan WNI di kawasan yang berisiko tinggi ini.

Rekomendasi