Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran mengonfirmasi bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di berbagai wilayah Iran saat ini berada dalam kondisi aman. Pernyataan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan regional setelah serangan militer. KBRI terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh WNI untuk memastikan keselamatan mereka di tengah situasi yang berkembang.
Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, secara langsung menghubungi simpul-simpul WNI di berbagai kota di Iran pada Sabtu, 28 Februari, sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Hasil komunikasi menunjukkan bahwa tidak ada WNI yang mengalami atau merasakan ancaman langsung.
Fokus utama KBRI Tehran saat ini adalah menjaga jalur komunikasi terbuka dengan 329 WNI yang terdaftar secara resmi. Upaya ini krusial untuk memberikan penilaian akurat dan memastikan perlindungan serta bantuan yang dibutuhkan oleh para WNI.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Terkini WNI di Iran dan Upaya Perlindungan KBRI
Duta Besar Rolliansyah Soemirat menyampaikan bahwa seluruh WNI yang berhasil dihubungi di berbagai kota di Iran mengonfirmasi kondisi aman mereka. Komunikasi ini dilakukan secara berkala untuk memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada warga negara Indonesia.
Secara resmi, tercatat ada sekitar 329 WNI yang telah melakukan lapor diri kepada KBRI Tehran. Jumlah ini menjadi basis data penting bagi KBRI dalam mengkoordinasikan upaya perlindungan dan penjangkauan.
KBRI Tehran menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan dengan para WNI untuk dapat memberikan penilaian paling tepat. Penilaian ini akan menjadi dasar dalam memberikan bantuan dan perlindungan yang diperlukan.
Advertisement
Koordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri RI juga terus dilakukan oleh KBRI Tehran untuk mengevaluasi kondisi keamanan di Iran secara menyeluruh. Ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan kebijakan luar negeri Indonesia.
Advertisement
Serangan Gabungan dan Imbauan Keamanan untuk WNI
Pada Sabtu, 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, menandai serangan kedua Presiden AS Donald Trump ke Iran setelah insiden serupa pada Juni 2025. Aksi militer ini meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan.
Presiden Trump menyatakan bahwa operasi militer berskala besar ini bertujuan melindungi rakyat AS dengan meniadakan ancaman dugaan pengembangan senjata nuklir Iran. Pernyataan ini menjadi justifikasi atas serangan yang dilancarkan.
Menyikapi situasi tersebut, KBRI Tehran kembali mengimbau seluruh WNI di Iran untuk mengambil langkah-langkah pengamanan diri. WNI diminta untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Advertisement
Langkah pengamanan ini mencakup kesiapan diri dan keluarga masing-masing, serta membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Keselamatan dan keamanan WNI menjadi prioritas utama.
Advertisement
Seruan Indonesia untuk Dialog dan Peran Mediasi
Indonesia telah menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi dalam menyelesaikan ketegangan. Sikap ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI pada hari yang sama dengan serangan.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kembali keamanan yang kondusif di kawasan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian global.
Bahkan, jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi. Tawaran ini menegaskan peran aktif Indonesia sebagai negara yang berupaya mencari solusi damai.
Advertisement
Upaya mediasi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi pada stabilitas regional dan internasional.
Sumber: AntaraNews