DP3 Sleman Optimistis Pasokan Hewan Kurban Terpenuhi Jelang Idul Adha 2026
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman yakin kekurangan ribuan sapi kurban akan terpenuhi menjelang Idul Adha 2026, memastikan Pasokan Hewan Kurban Sleman aman dan sehat.
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyatakan optimisme tinggi terkait pemenuhan kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026. Meskipun terdapat proyeksi kekurangan sapi kurban sebanyak 5.381 ekor, pihak dinas yakin jumlah tersebut akan terpenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan dapat tercapai pada H-3 hingga H-1 sebelum hari raya kurban.
Pelaksana tugas Kepala DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto, menjelaskan bahwa kekurangan hewan kurban merupakan fenomena tahunan di Kabupaten Sleman. Untuk mengatasi defisit ini, pasokan akan didatangkan dari berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut meliputi kelompok ternak, pasar kurban, pelaku usaha, serta pembelian langsung dari luar daerah.
Langkah proaktif ini diambil guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat Sleman akan hewan kurban dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, upaya pengawasan kesehatan hewan juga terus diperketat untuk menjamin kualitas dan keamanan ternak yang akan disembelih. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada hewan kurban.
Strategi Pemenuhan Pasokan Hewan Kurban Sleman
DP3 Sleman memiliki strategi komprehensif untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban yang selalu defisit setiap tahunnya. Pasokan tambahan akan diperoleh melalui jaringan kelompok ternak binaan yang tersebar di Sleman. Terdapat sekitar 549 kandang kelompok ternak binaan yang menyediakan sapi untuk kurban.
Selain itu, pasar kurban dan pelaku usaha ternak juga menjadi sumber penting dalam penyediaan hewan kurban. Pembelian langsung dari luar daerah juga menjadi opsi untuk menutupi kekurangan yang ada. Strategi ini dirancang untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang cukup bagi masyarakat.
Pemantauan rutin terhadap kelompok ternak dilakukan melalui kunjungan dan pelayanan terpadu hewan. Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan dan kualitas hewan kurban sejak dini.
Pengawasan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Ternak
Pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi prioritas utama DP3 Sleman, terutama mengingat kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belum sepenuhnya nol. Pemantauan juga dilakukan untuk kewaspadaan terhadap penyakit antraks yang berpotensi menyebar. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala di pasar hewan kurban, khususnya setiap pasaran "Pahing".
Pemerintah Kabupaten Sleman secara konsisten melaksanakan vaksinasi PMK untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menjamin bahwa ternak yang beredar di Sleman adalah ternak yang sehat dan bebas PMK. Pemeriksaan fisik hewan dan keterangan asal hewan juga menjadi bagian penting dari proses pengawasan.
Selain PMK, DP3 Sleman juga melakukan pengendalian penyakit antraks dengan vaksinasi pada ternak di Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan. Beberapa penyakit lain yang sering ditemukan di pasar hewan meliputi konjungtivitis, pink eye, ORF, skabies, serta trauma akibat transportasi.
Asal-usul dan Distribusi Hewan Kurban di Sleman
Hewan kurban yang diperdagangkan di Sleman berasal dari berbagai daerah, baik lokal maupun luar daerah. Kambing dan domba umumnya didatangkan dari lokal Kabupaten Sleman, Muntilan, Magelang, Gunungkidul, Temanggung, Wonosobo, dan Klaten. Keragaman asal ini membantu memenuhi variasi permintaan masyarakat.
Untuk sapi, peternak di kelompok ternak mendatangkan dari Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, Magelang, dan Klaten. Diversifikasi sumber pasokan ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan. Selama beberapa tahun pemantauan rutin, belum pernah ditemukan ternak sapi yang harus diafkir karena penyakit hewan menular seperti antraks.
Hal ini menunjukkan efektivitas sistem pengawasan dan pengendalian penyakit yang diterapkan oleh DP3 Sleman. Kualitas hewan kurban yang baik menjadi jaminan bagi masyarakat. Transparansi asal-usul hewan juga memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen.
Sumber: AntaraNews