Idul Adha 2026: Gubernur Khofifah Sebut Mampu Dongkrak Ekonomi Peternak Jatim
Gubernur Khofifah memprediksi Idul Adha 2026 akan mendongkrak Ekonomi Peternak Jatim. Peningkatan permintaan hewan kurban diharapkan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa perayaan Idul Adha 1447 Hijriah pada tahun 2026 akan memberikan dampak positif bagi perekonomian peternak di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat meninjau Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur di Lamongan pada Minggu (24/5). Peningkatan permintaan hewan kurban menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan para peternak.
Menurut Khofifah, tingginya animo masyarakat untuk berkurban tetap terjaga, meski harga ternak naik signifikan. Kenaikan harga ini sejalan dengan peningkatan omzet penjualan peternak menjelang hari raya kurban.
Ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dipastikan aman dan mencukupi, tidak hanya untuk kebutuhan lokal. Pasokan juga tersedia untuk luar daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan berbagai langkah menjamin kesehatan hewan kurban.
Peningkatan Harga dan Omzet Peternak Jelang Idul Adha
Gubernur Khofifah menjelaskan, harga sapi hidup mengalami kenaikan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor. Sementara itu, harga berdasarkan bobot hidup meningkat sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Kenaikan harga ini mencerminkan tingginya permintaan pasar.
Meskipun ada kenaikan harga, hal ini tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berkurban. Justru, peningkatan harga tersebut diikuti oleh kenaikan omzet penjualan yang signifikan bagi para peternak menjelang Idul Adha. Ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat.
Suparto, pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur di Lamongan, mengonfirmasi tren positif ini. Pihaknya menyiapkan sekitar 300 ekor sapi kurban dari jenis Peranakan Ongole, Limosin, Simental, dan sapi lokal untuk Idul Adha tahun ini.
Hingga saat ini, sekitar 80 persen dari sapi tersebut sudah terjual ke kota-kota besar seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
Ketersediaan Hewan Kurban di Jawa Timur Dipastikan Aman
Data dari Dinas Peternakan kabupaten/kota se-Jawa Timur menunjukkan total ketersediaan ternak kurban pada tahun 2026 mencapai 2.055.978 ekor. Angka ini jauh melebihi proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur untuk tahun yang sama.
Proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini diperkirakan mencapai 427.060 ekor. Ketersediaan ternak yang melimpah ini memberikan jaminan bahwa pasokan akan aman dan mencukupi.
Rincian ketersediaan ternak kurban meliputi:
Sementara itu, proyeksi kebutuhan ternak kurban di Jawa Timur meliputi:
- 70.550 sapi
- 297.900 kambing
- 58.600 domba
- 10 kerbau
“Jadi cukup, aman dan sehat. Ini harus disampaikan kepada publik bukan hanya untuk Jawa Timur tetapi juga luar Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah, menegaskan surplus ternak yang ada.
Pemerintah Jamin Kesehatan Hewan Kurban dengan Ribuan Petugas
Untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiagakan ribuan petugas. Petugas ini bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di seluruh kabupaten/kota.
Total petugas yang disiagakan sangat komprehensif, meliputi 950 dokter hewan atau medik veteriner dan 1.500 paramedik veteriner. Selain itu, terdapat 145 pengawas bibit ternak dan 75 pengawas mutu pakan.
Keamanan penyembelihan juga menjadi perhatian, dengan 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat yang siap bertugas. Seluruh ternak kurban juga telah mendapatkan pengawasan kesehatan melalui vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan secara berkala di seluruh wilayah Jawa Timur.
Gubernur Jatim juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga utama penyediaan ternak. Populasi sapi potong di Lamongan mencapai 108.987 ekor, menunjukkan kontribusi signifikan.
Program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) gratis serta inseminasi buatan dari pemerintah juga membantu menjaga kesehatan dan produktivitas ternak di wilayahnya.
Sumber: AntaraNews