ASDP Ketapang Tambah Armada, Layanan Penyeberangan Idul Adha Dipastikan Lancar
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ketapang menambah kapal perbantuan KMP Rodhita untuk memastikan kelancaran layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk jelang libur Idul Adha 2026, antisipasi lonjakan penumpang.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengambil langkah antisipatif guna memastikan kelancaran arus penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali). Langkah ini dilakukan menjelang periode libur Idul Adha 2026 yang diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan dan penumpang secara signifikan. Penambahan armada kapal menjadi strategi utama untuk mengurai potensi kepadatan di pelabuhan.
General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Arief Eko menjelaskan bahwa pihaknya mendatangkan kapal perbantuan KMP Rodhita. Kapal ini sebelumnya beroperasi di lintasan Padangbai (Bali)-Lembar (Lombok) dan kini diperbantukan untuk rute vital tersebut. KMP Rodhita diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi kendaraan dan penumpang selama masa libur panjang.
Penambahan armada ini merupakan respons terhadap proyeksi lonjakan trafik di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk. Fokus utama adalah menjaga kelancaran distribusi kendaraan secara bertahap dan tertib, memastikan antrean tetap bergerak. Koordinasi pengaturan kendaraan juga diperkuat agar kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali dengan baik.
KMP Rodhita Perkuat Layanan Penyeberangan
KMP Rodhita, kapal feri perbantuan, memiliki ukuran 1.236 GT dan kapasitas angkut hingga 58 unit kendaraan kecil. Kapal ini juga dapat menampung sekitar 30 unit kendaraan campuran, memberikan fleksibilitas dalam mengangkut berbagai jenis kendaraan. Kehadiran KMP Rodhita sangat vital untuk menambah daya angkut di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Sebelumnya, KMP Rodhita melayani rute Padangbai-Lembar, menunjukkan kapabilitasnya dalam operasional penyeberangan yang padat. Pemindahan operasional kapal ini ke Ketapang-Gilimanuk adalah bagian dari strategi ASDP untuk meratakan distribusi armada. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi puncak arus mudik dan balik selama libur Idul Adha.
Dengan penambahan KMP Rodhita, ASDP berkomitmen untuk mengurangi waktu tunggu dan memastikan pengalaman penyeberangan yang lebih efisien bagi masyarakat. Pihak ASDP terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan seluruh operasional berjalan lancar. Ini termasuk penyesuaian jadwal jika diperlukan demi kenyamanan penumpang.
Strategi Manajemen Arus Lalu Lintas dan Fasilitas Pendukung
ASDP Cabang Ketapang tidak hanya mengandalkan penambahan armada, tetapi juga mengoptimalkan manajemen trafik terpadu di lapangan. Salah satu upaya penting adalah pengoptimalan fungsi kantong parkir Pelabuhan Bulusan sebagai bagian dari manajemen trafik terpadu. Kantong parkir ini memiliki kapasitas menampung hingga 400 unit truk logistik, membantu mengurai antrean kendaraan berat.
Kondisi antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang dilaporkan sudah berangsur membaik dan terurai sejak Minggu (24/5) pukul 12.30 WIB. Jalur utara dari arah Situbondo yang sebelumnya sempat mengalami antrean panjang hingga Grand Watu Dodol, kini telah kembali normal. Kendaraan logistik kini tertampung dengan baik di area Pelabuhan Bulusan, mengurangi kepadatan di jalan raya.
Selain itu, penambahan personel BKO (Bantuan Kendali Operasi) juga disiagakan di titik-titik penting di sekitar pelabuhan. Penempatan personel ini bertujuan untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar dan tidak mengalami stagnasi panjang. Koordinasi yang baik antara personel di lapangan menjadi kunci keberhasilan pengaturan lalu lintas.
Imbauan untuk Perjalanan Aman dan Nyaman
General Manajer Arief Eko mengimbau masyarakat yang berencana menyeberang saat libur Idul Adha 1447 Hijriah untuk merencanakan perjalanan lebih awal. Perencanaan yang matang akan membantu menghindari penumpukan penumpang dan kendaraan pada waktu-waktu puncak. Ini juga memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan tiket sesuai jadwal yang diinginkan.
Pembelian tiket diimbau dilakukan melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Sistem pembelian tiket daring ini dirancang untuk mempercepat proses check-in dan mengurangi antrean di loket. Dengan membeli tiket secara daring, calon penumpang dapat langsung menuju dermaga tanpa harus mengantre panjang di pintu masuk pelabuhan.
Selain itu, Arief juga menekankan pentingnya memastikan kondisi fisik pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh dan istirahat yang cukup bagi pengemudi sangat krusial. Hal ini demi kenyamanan dan keselamatan seluruh penumpang selama perjalanan penyeberangan.
Sumber: AntaraNews