Dinkes Mataram Turunkan TGC, Pastikan Kesehatan Warga Pascabanjir Terjamin
Dinas Kesehatan Kota Mataram sigap menurunkan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk melakukan Dinkes Mataram Cek Kesehatan Pascabanjir, memastikan layanan medis optimal bagi warga terdampak. Simak upaya lengkapnya!
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram telah mengerahkan Tim Gerak Cepat (TGC) dari berbagai puskesmas. Langkah ini diambil untuk memastikan pengecekan kesehatan warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Mataram.
Pengerahan tim medis ini merupakan respons cepat terhadap luapan Sungai Jangkuk yang menyebabkan banjir pada Kamis (22/1) malam. TGC siap melayani warga di rumah masing-masing, menjamin akses kesehatan yang mudah.
Kepala Dinkes Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, menegaskan komitmen pihaknya. Petugas kesehatan akan selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis pascabanjir.
Respons Cepat Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Mataram
Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Mataram merupakan petugas puskesmas yang siaga 24 jam. Mereka bertugas menjemput bola melayani warga yang terdampak bencana banjir, genangan, angin kencang, dan lainnya.
Pada Jumat (23/1), TGC dari Puskesmas Dasan Agung langsung bergerak. Mereka menyambangi rumah warga di Kelurahan Dasan Agung yang terkena dampak banjir akibat luapan Sungai Jangkuk.
Sementara itu, wilayah lain seperti Kelurahan Pejeruk, Kebon Lelang, dan Sayang-Sayang juga mendapatkan perhatian serupa. Penanganan kesehatan di area-area tersebut dilakukan oleh puskesmas di masing-masing wilayah.
Dr. H. Emirald Isfihan memastikan bahwa petugas kesehatan akan selalu berada di tengah masyarakat yang membutuhkan. Ini menunjukkan keseriusan Dinkes Mataram dalam menjaga kesehatan warga pascabanjir.
Koordinasi dan Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan
Dinkes Kota Mataram telah mengadakan rapat koordinasi dengan 11 kepala puskesmas se-Kota Mataram. Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan selama periode cuaca ekstrem.
Para kepala puskesmas berkomitmen untuk siaga 24 jam. Mereka siap memberikan layanan di puskesmas masing-masing dan menurunkan petugas apabila dibutuhkan oleh masyarakat.
Peran aktif aparat lingkungan, kelurahan, dan kecamatan sangat diharapkan. Mereka diminta menginformasikan kepada Dinkes Mataram jika ada warga yang memerlukan layanan kesehatan langsung di lokasi.
Masyarakat juga diimbau untuk proaktif memeriksakan kesehatan. Hal ini penting terutama jika mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan cuaca ekstrem yang sedang berlangsung.
Peringatan Cuaca Ekstrem dan Imbauan Kewaspadaan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di Kota Mataram akan berlangsung hingga 26 Januari 2026. Cuaca ini meliputi hujan deras, petir, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, sebelumnya telah mengimbau masyarakat. Warga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem untuk meminimalkan kerugian.
Khusus warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) harus ekstra hati-hati. Mereka diminta memperhatikan ketinggian air dan melarang anak-anak bermain di sungai guna mengantisipasi datangnya air secara tiba-tiba.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga perlu waspada terhadap angin kencang. Angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan bahaya lainnya yang mengancam keselamatan.
Sumber: AntaraNews