Dinkes Mataram Dukung Penuh Rencana Relokasi Puskesmas Mataram untuk Tingkatkan Layanan

Dinas Kesehatan Kota Mataram menyatakan dukungan penuh terhadap rencana relokasi Puskesmas Mataram ke gedung SD Negeri 19 Mataram, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinkes Mataram Dukung Penuh Rencana Relokasi Puskesmas Mataram untuk Tingkatkan Layanan
Dinas Kesehatan Kota Mataram menyatakan dukungan penuh terhadap rencana relokasi Puskesmas Mataram ke gedung SD Negeri 19 Mataram, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. (AntaraNews)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana relokasi layanan Puskesmas Mataram. Pemindahan fasilitas kesehatan ini akan dilakukan dari lokasi Jalan Catur Warga menuju gedung SD Negeri 19 Mataram yang berlokasi di Jalan H Abdul Kadir Munsyi, Punia. Kepala Dinkes Kota Mataram, dr H Emirald Isfihan, menegaskan bahwa inisiatif ini diharapkan membawa dampak positif signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi warga.

Rencana strategis ini telah dirancang sejak tahun 2023 dengan tujuan utama untuk memberikan kenyamanan lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Kondisi Puskesmas Mataram di lokasi lama dinilai sudah tidak representatif lagi. Hal ini terutama disebabkan oleh keterbatasan lahan dan area parkir yang sempit, yang seringkali mengganggu aktivitas pasien dan petugas.

Dengan adanya relokasi ini, pemerintah Kota Mataram menargetkan proses pemindahan dapat terealisasi pada tahun 2027. Langkah ini telah masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan menjadi bagian dari program strategis pemerintah setempat. Persiapan matang terus dilakukan untuk memastikan kelancaran transisi dan optimalisasi fungsi Puskesmas di lokasi barunya.

Kondisi Puskesmas Mataram di Jalan Catur Warga saat ini menghadapi tantangan serius seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Lahan yang sempit menjadi kendala utama, membuat fasilitas tersebut kurang representatif untuk menampung volume pasien yang terus meningkat. Keterbatasan ruang ini berdampak langsung pada kenyamanan pasien dan efektivitas kerja petugas kesehatan.

Selain itu, area parkir yang tidak memadai di lokasi lama seringkali menimbulkan kemacetan dan kesulitan akses bagi pengunjung. Situasi krusial ini memerlukan solusi jangka panjang untuk memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan yang layak dan nyaman. Oleh karena itu, kebutuhan akan bangunan yang lebih luas dan representatif menjadi sangat mendesak demi kenyamanan masyarakat Mataram.

Dr H Emirald Isfihan menekankan bahwa Puskesmas Mataram membutuhkan ruangan atau bangunan yang lebih luas agar lebih representatif dan dapat memberikan kenyamanan optimal bagi masyarakat. Lokasi baru di SD Negeri 19 Mataram dinilai cukup luas, memungkinkan Dinkes untuk melakukan pemetaan lokasi secara lebih baik guna mengakomodasi berbagai layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Proses relokasi Puskesmas Mataram melibatkan pengalihan fungsi gedung SD Negeri 19 Mataram. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Mataram telah menyelesaikan merger antara SD Negeri 15 dan SD Negeri 19 di Punia. Dengan merger ini, gedung SD Negeri 19 dapat dialihfungsikan untuk kebutuhan fasilitas kesehatan, sementara siswa dari SD 19 telah ditampung di SD 15 yang telah diperluas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H Lalu Alwan Basri, menjelaskan bahwa rencana pemindahan ini sudah dirancang sejak 2023. Meskipun demikian, pihak Dinkes masih menunggu kepastian terkait anggaran renovasi gedung SD 19 menjadi Puskesmas. Untuk tahun ini, belum ada alokasi anggaran khusus, namun diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2027.

Setelah Puskesmas Mataram dipindahkan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan skenario untuk gedung Puskesmas lama. Gedung di Jalan Catur Warga tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi Kantor Lurah Mataram Barat. Hal ini karena kedua gedung tersebut masih berada dalam satu lokasi yang berdekatan, sehingga optimalisasi aset pemerintah dapat tercapai secara efisien.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi