Diduga Tabrak Warga Saat Jogging, Kepala Dinas Bengkulu Diamankan Polisi
Kecelakaan terjadi ketika sebuah mobil dinas berwarna biru, jenis Toyota Innova dengan pelat nomor merah BD 1506 CY.
Insiden kecelakaan tragis terjadi di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, pada Senin (18/8) pagi, sekitar pukul 06.09 WIB. Seorang pria bernama Adi Afrianto (49), warga Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang menabrak korban diduga dikemudikan oleh Tarzan Naidi, pejabat yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu.
Kecelakaan terjadi ketika sebuah mobil dinas berwarna biru, jenis Toyota Innova dengan pelat nomor merah BD 1506 CY, melaju kencang di Jalan Pariwisata Pantai Panjang.
Mobil tersebut berusaha menyalip kendaraan lain, namun karena situasi jalan yang padat, pengemudi kehilangan kendali dan menabrak pejalan kaki yang berada di trotoar.
Setelah insiden itu, pengemudi langsung meninggalkan lokasi kejadian, diduga untuk menghindari massa yang mulai berdatangan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga sekitar, namun nyawanya tak tertolong.
Kasat Lantas Polresta Bengkulu, AKP Aan Setiawan, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut bahwa korban sedang berolahraga saat peristiwa terjadi.
"Benar, korban sedang jogging saat itu," katanya, Selasa (19/8).
Aan juga mengonfirmasi bahwa pengemudi mobil yang terlibat merupakan salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Petugas telah mengamankan yang bersangkutan beberapa jam setelah kejadian.
"Ya benar kadis, yang bersangkutan sudah kami amankan sore setelah kejadian. Kami jemput di rumahnya," ungkap Aan.
Penelusuran dilakukan berdasarkan identifikasi mobil di tempat kejadian. Saat petugas melakukan pelacakan, kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak di bagian depan, termasuk kaca spion yang pecah. Menurut polisi, mobil itu disembunyikan dengan ditutup menggunakan kain terpal.
"Setelah yang kabur, mobil disimpan tertutup terpal agar tidak diketahui. Dan saat ini masih dalam pemeriksaan," katanya.