Dedi Mulyani Lirik Ignasius Jonan hingga Susi Pudjiastuti Sebagai Penasihat Gubernur Jabar
Kedua mantan menteri itu akan dibujuk untuk menjadi tim penasihat di era kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Nama Ignasius Jonan dan Susi Pudjiastuti mengemuka dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kedua mantan menteri itu akan dibujuk untuk menjadi tim penasihat di era kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menilai dua tokoh itu cocok menjadi tim penasihatnya. Selain itu, kehadiran keduanya juga tak lepas dari orientasi dan visi pembangunan yang akan dijalankannya sebagai gubernur Jawa Barat. Beberapa yang menjadi fokusnya adalah penataan transportasi dan kelautan.
“Pengembangan transportasi juga menjadi perhatian. Kami akan menggabungkan transportasi dan tol, seperti rencana dari Padalarang ke Lembang. Pak Ignasius akan kami libatkan sebagai penasihat bidang transportasi,” kata Dedi Mulyadi.
Untuk Susi, dia mengakui orang yang ahli di bidang keluatan. Sehingga mengajak Susi bergabung adalah pilihan yang tepat.
“Bu Susi Pudjiastuti juga akan kami libatkan sebagai penasihat bidang kelautan, mengingat potensi maritim Jawa Barat. Saya optimis, dengan langkah ini, Jawa Barat akan berkembang menjadi lebih baik,” ucap dia lagi.
Gelar Rapim Bahas Isu Strategis
Dedi Mulyadi akandilantik menjadi Gubernur Jawa Barat pada 6 Februari mendatang. Sejumlah persiapan mulai dilakukan, salah satunya menggelar rapat pimpinan (Rapim) untuk membahas sejumlah isu strategis. Hadir dalam rapat Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin beserta pejabat tinggi Pemprov Jawa Barat di Gedung Pakuan, Kota Bandung.
“Hari ini kami mengadakan rapat pimpinan (rapim) pertama dengan Gubernur ke-18 dan kami telah melakukan berbagai penyesuaian, termasuk pada postur APBD, agar akselerasi pembangunan di Jawa Barat dapat berjalan lebih cepat,” kata Bey.
Fokus rapat pada arah Pembangunan. Beberapa di antaranya adalah perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama.
Fokus Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Di kesempatan yang sama, Dedi memuji Bey yang dinilai memiliki visi, orientasi kerja yang jelas, jujur dan berintegritas. Bey memberikan ruang terbuka setiap hari dalam merumuskan kebijakan yang akan dijalankan setelah menjabat.
“Saya juga ingin menyampaikan bahwa saya adalah pilihan politik publik dengan 62,22% suara. Artinya, saya akan ditagih untuk memenuhi janji kampanye yang telah saya sampaikan. Semua janji kampanye tersebut harus direalisasikan melalui organisasi perangkat daerah Provinsi Jawa Barat,” kata Dedi.
Itu sebabnya, layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pasokan listrik, air bersih dan perumahan murah akan menjadi fokusnya bekerja untuk lima tahun ke depan.
“Seluruh rakyat Jawa Barat harus mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Tidak boleh ada lagi antrean panjang di RS Hasan Sadikin untuk operasi. Layanan kesehatan harus tersebar merata di seluruh daerah, dan setiap rumah sakit harus memiliki kemampuan yang sama,” ucap dia.
Dedy juga berjanji memperbaiki jalan rusak di Jawa Barat. Pasokan listrik untuk 140 ribu rumah tangga harus diselesaikan. Seluruh rencana ini membutuhkan dana, dan anggaran telah disiapkan melalui Kasda Provinsi Jawa Barat dalam rencana kerja 2025.
“Seizin Pj Gubernur dan tim transisi, kebijakan keuangan akan diarahkan untuk belanja kepentingan publik yang nyata dirasakan masyarakat. Nomenklatur anggaran yang tidak efisien dan tidak produktif akan dihapus,” imbuh Dedi.