Dedi Mulyadi Jadikan Susi Pudjiastuti Penasihat: Tidak Ada Honor, Sukarelawan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersedia menjadi penasihat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersedia menjadi penasihat, khususnya mengenai kelautan. Dia memastikan semuanya didasarkan pada kerelaan, tanpa honorarium.
Dia menyatakan kerelaan ini berlaku untuk setiap penasihat yang akan menemaninya menjalani tugas sebagai Gubernur Jawa Barat. Tidak ada anggaran pemerintah yang dikeluarkan untuk membayar para pakar yang menjadi penasihatnya.
"Permintaan Bu Susi? Oh iya, diterima tapi Bu Susi minta tidak ada honor. Larangan untuk mengangkat tenaga ahli, pakar, atau penasihat itu kan kalau menimbulkan biaya. Jadi, seluruh penasihat di Provinsi Jabar semuanya sukarelawan, tanpa biaya. Minggu depan setelah pulang retret, SK-nya akan saya tandatangani," kata Dedi Mulyadi melalui siaran pers yang diterima.
Dedi Mulyadi berharap Susi tetap memiliki semangat kuat dalam membantu Pemprov Jabar menjaga kelestarian laut. Lalu pandangannya penting memberikan arahan terkait pembangunan dermaga, penataan wilayah laut, serta pembangunan lintas daerah yang mendukung pemanfaatan laut secara berkelanjutan.
"Laut tidak boleh lagi dipagari. Bu Susi akan memberikan arahan tentang konsepsi membangun dermaga, penataan wilayah laut, dan pembangunan lintas daerah," tuturnya.
Selain itu, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memperluas pembangunan berwawasan lingkungan di seluruh wilayah Jawa Barat. Salah satu fokus utama yang akan dilaksanakan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan ketersediaan energi ramah lingkungan.
"Arahannya agar porsi pembangunannya berwawasan lingkungan semakin luas. Pembangkit listrik tenaga sampah di seluruh wilayah Jabar akan menjadi prioritas," ucap dia.