Penjelasan Polisi Dituding Gerebek Markas GMNI di Jaksel
Kepolisian tak menampik memeriksa kantor Sekretariat GMNI Jakarta Selatan.
Kepolisian membantah menggerebek kantor Sekretariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan setelah membubarkan demo di kawasan Pancoran pada Jumat (12/6).
"Ya enggak lah, itu sekarang enggak mungkin dong ya penggerebekan itu di situ di pinggir jalan, di tengah jalan," kata Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Tribuana Roseno dalam keterangannya, Selasa (16/6).
Roseno menjelaskan, pembubaran demo itu awalnya anggota kepolisian berjaga di sekitar kawasan Semanggi supaya massa aksi tidak menuju ke arah Bundaran HI.
Pada saat itu juga terjadi kemacetan cukup parah di kawasan Pancoran menuju arah Pasar Minggu. Tak berselang lama, kepolisian mendapatkan informasi ada aksi unjuk rasa mahasiswa dan menutup jalan tersebut. Kepolisian kemudian bergegas ke lokasi untuk meninjau langsung.
"Nah di situ macet. Ada masyarakat menyampaikan, 'Pak, Pak, di sana Pak ada demo tutup jalan bikin macet'. Akhirnya kita samperin lah ke sana. Ternyata mereka di situ bakar-bakar ban apa segala macam, bunyi klakson masyarakat apa segala macam. Baru nanti ya kita tindaklanjuti," kata dia.
Kepolisian lalu memberikan penjelasan kepada massa aksi terkait tindakan bakar. Namun, massa tidak mengindahkan penjelasan tersebut. Kepolisian langsung menyemprot ban tersebut dengan alat pemadam api ringan (APAR).
"Sudahlah mereka enggak terima, terus ada anggota kita yang didorong-dorong hampir jatuh," ujar Roseno.
Kepolisian selanjutnya menyisir sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan penyusup dalan kondisi tersebut. Mereka juga memeriksa kantor Sekretariat GMNI Jakarta Selatan.
"Akhirnya karena mereka ada yang kami antisipasi takutnya ada penyusup apa segala macam, marilah ke sana, ke dalam, ya jadi pada kejar-kejaran lah seperti itu aja, habis itu sudah selesai," kata Roseno.
Namun, massa sempat kembali melakukan aksi tak jauh dari lokasi awal saat petugas mulai membubarkan diri. Seno menyatakan, massa aksi turut mengajak anak-anak untuk melakukan unjuk rasa pada saat itu.
Selain itu, mereka juga kembali melakukan aksi bakar ban yang membuat lalu lintas terganggu. Kemudian, polisi membubarkan aksi tersebut dan arus lalu lintas berangsur normal.
Dia menegaskan, sebenarnya pihak kepolisian tidak menghalangi aksi mengungkapkan pendapat di muka umum. Namun, dengan catatan tidak mengganggu aktivitas warga lainnya.
Seno juga menyampaikan, aksi yang dilakukan belum diinformasikan kepada pihak kepolisian setempat.
"Kalau memang mereka selama tidak mengganggu arus lalu lintas, mengganggu masyarakat apa segala macam ya nggak ada masalah. Tapi dia menutup jalan, kemudian membakar ban tanpa pemberitahuan," jelas dia.
Penjelasan GMNI
Sementara itu, Sekretaris GMNI Jakarta Selatan, Ahmad Sahlul Mafakhir Kaffa (Gus Fakhier) menilai tindakan petugas kepolisian merupakan aksi penggerebekan yang tidak manusiawi. Menurutnya, tindakan tersebut bisa memicu preseden buruk bagi hubungan masyarakat sipil dan aparat.
“Kami tidak menolak penegakan hukum. Namun penegakan hukum harus dilakukan dengan cara-cara yang beradab, menghormati prosedur, serta tidak mengintimidasi organisasi kemahasiswaan. Negara tidak boleh mempertontonkan wajah kekuasaan yang represif terhadap mahasiswa,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (16/6).
Dia menegaskan, organisasi mahasiswa adalah wadah pengembangan intelektual dan perjuangan yang seharusnya dihormati. Sebab itu, setiap tindakan harus dilakukan secara profesional, proposional, dan mengedepankan hak-hak sipil.
Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, sempat membuat arus lalu lintas terganggu, Jumat (12/6/2026) malam.
Massa menggelar aksi di depan SPBU Pancoran arah Pasar Minggu. Dalam aksi tersebut, demonstran membakar ban di tengah jalan sambil mengibarkan bendera organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Video yang beredar memperlihatkan sejumlah mahasiswa berdiri di badan jalan. Salah seorang peserta aksi menyampaikan orasi, sedangkan peserta lain mengelilingi lokasi aksi.
Asap hitam dari ban yang terbakar terlihat membumbung tinggi. Akibat aksi tersebut, kendaraan yang melintas di kawasan Pancoran sempat mengalami perlambatan.
Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur membenarkan adanya aksi yang sempat mengganggu arus lalu lintas tersebut.
“Tadi sore ada sedikit, boleh dibilang insiden lah. Tapi sudah aman,” kata Mansur saat dikonfirmasi.
Menurut dia, kondisi lalu lintas di lokasi kini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.
“Sudah bisa dilalui, sudah normal kembali,” ujarnya.
Mansur juga memastikan massa GMNI yang menggelar aksi sudah membubarkan diri.
“Sudah,” ujar dia.