David Singleton Akui Pelita Jaya Kesulitan Taklukkan Satya Wacana Meski Menang Telak
Pelatih Pelita Jaya, David Singleton, mengungkapkan timnya menghadapi tantangan berat saat mengalahkan Satya Wacana, meskipun skor akhir menunjukkan keunggulan signifikan 68-46.
Pelita Jaya Jakarta berhasil meraih kemenangan atas Satya Wacana Salatiga dengan skor 68-46 dalam lanjutan IBL 2026. Pertandingan yang berlangsung di GOR Basket Prof Susilo, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat malam, 2 Mei, ini seharusnya menjadi laga yang relatif mudah bagi tim papan atas seperti Pelita Jaya. Namun, pelatih David Singleton justru mengakui bahwa timnya menghadapi kesulitan yang tidak terduga di lapangan.
Singleton menyatakan bahwa Andakara Prastawa dan rekan-rekannya kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka, terutama dalam aspek menyerang. Meskipun unggul jauh di papan skor, Pelita Jaya tidak mampu menemukan ritme dan eksekusi yang optimal sepanjang pertandingan. Situasi ini membuat laga terasa lebih berat dari yang terlihat pada hasil akhir.
Pelatih asal Amerika Serikat itu juga menyoroti perlunya pembenahan di beberapa aspek permainan tim, khususnya transisi menyerang. Kesulitan dalam memanfaatkan peluang terbuka dan menjaga konsistensi menjadi catatan penting bagi Pelita Jaya. Kondisi ini menjadi fokus utama bagi tim untuk evaluasi dan perbaikan ke depan.
Tantangan Ofensif Pelita Jaya
David Singleton, pelatih terbaik IBL empat kali berturut-turut, secara terang-terangan mengakui bahwa permainan ofensif Pelita Jaya tidak berjalan sesuai harapan. Ia menyebutkan bahwa timnya kehilangan ritme, eksekusi, dan alur permainan, yang membuat pertandingan melawan Satya Wacana terasa lebih sulit. "Permainan secara umum tidak berjalan dalam level terbaik, karena kami kehilangan ritme, eksekusi, dan alur permainan, sehingga pertandingan terasa lebih sulit dari yang terlihat pada papan skor," kata Singleton setelah laga.
Minimnya efektivitas serangan menjadi kendala utama bagi Pelita Jaya sepanjang laga. Singleton menilai banyak tembakan terbuka dan layup yang seharusnya bisa masuk justru gagal dikonversi menjadi poin. Hal ini menunjukkan bahwa David Singleton akui tantangan Satya Wacana bukan hanya isapan jempol, melainkan cerminan dari performa timnya yang belum maksimal.
Meski menghadapi situasi sulit secara ofensif, Singleton tetap memuji para pemainnya karena berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Ini menunjukkan mentalitas juara yang dimiliki tim, meskipun dihadapkan pada performa yang kurang optimal. Pembenahan transisi menyerang akan menjadi prioritas tim untuk pertandingan selanjutnya.
Perbaikan di Babak Kedua dan Peran Withey
Center Pelita Jaya, Jeffree Withey, memberikan perspektifnya mengenai jalannya pertandingan. Ia mengakui bahwa timnya memulai laga dengan lambat, yang terlihat dari hanya 12 poin yang berhasil dicetak pada kuarter pertama, bahkan sempat berakhir imbang dengan perolehan angka lawan. Namun, Withey melihat adanya peningkatan signifikan di babak kedua, khususnya dalam aspek pertahanan.
"Kami bermain lebih baik di babak kedua, terutama dalam bertahan," ujar Withey. Ia menambahkan bahwa pertandingan seperti ini menjadi pelajaran penting bagi Pelita Jaya untuk terus berkembang sebagai sebuah tim. Peningkatan di lini pertahanan menjadi kunci bagi Pelita Jaya untuk mengamankan kemenangan, meskipun serangan mereka belum sepenuhnya efektif.
Performa yang lebih solid di babak kedua menunjukkan kemampuan adaptasi dan penyesuaian tim di tengah pertandingan. Evaluasi dari David Singleton akui tantangan Satya Wacana ini akan menjadi bahan berharga untuk meningkatkan konsistensi permainan Pelita Jaya di sisa musim. Fokus pada pertahanan yang lebih baik menjadi fondasi penting untuk meraih kemenangan.
Posisi Klasemen dan Laga Tersisa
Kemenangan atas Satya Wacana ini mengukuhkan posisi Pelita Jaya di puncak klasemen IBL 2026. Dengan catatan 16 kemenangan dan hanya 1 kekalahan, Pelita Jaya kini mengumpulkan 33 poin. Performa konsisten ini menempatkan mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Di sisi lain, Satya Wacana Salatiga masih terpuruk di dasar klasemen, menempati posisi ke-11. Mereka hanya berhasil mengumpulkan 21 poin dari 2 kemenangan dan 17 kekalahan. Laga melawan Pelita Jaya ini juga menjadi penampilan terakhir di kandang bagi Hendry Lakay dan rekan-rekannya.
Satya Wacana menyisakan satu laga tandang pada pekan terakhir musim reguler. Meskipun David Singleton akui tantangan Satya Wacana, perbedaan performa dan posisi di klasemen menunjukkan dominasi Pelita Jaya. Kedua tim memiliki tujuan yang berbeda di sisa musim, dengan Pelita Jaya memburu gelar dan Satya Wacana berusaha mengakhiri musim dengan terhormat.
Sumber: AntaraNews