Pelita Jaya Tekuk Hangtuah Jakarta, Perpanjang Tren Kemenangan di IBL 2026

Pelita Jaya Tekuk Hangtuah Jakarta dengan skor 98-81, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di IBL 2026. Simak detail pertandingan sengit sesama tim Jakarta ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pelita Jaya Tekuk Hangtuah Jakarta, Perpanjang Tren Kemenangan di IBL 2026
Pelita Jaya Tekuk Hangtuah Jakarta dengan skor 98-81, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di IBL 2026. Simak detail pertandingan sengit sesama tim Jakarta ini. (AntaraNews)

Pelita Jaya Jakarta berhasil menundukkan tim sesama dari ibu kota, Hangtuah Jakarta, dalam laga lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Pertandingan sengit yang digelar di GMSB, Kuningan, Jakarta, pada Jumat malam tersebut berakhir dengan skor 98-81 untuk kemenangan Pelita Jaya. Hasil ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Pelita Jaya Jakarta di musim ini.

Skuad asuhan David Singleton menunjukkan performa perkasa di hadapan publik sendiri, membuat Hangtuah Jakarta kesulitan untuk mengimbangi. Kemenangan ini menegaskan dominasi Pelita Jaya sebagai salah satu kandidat kuat juara IBL 2026. Mereka kini menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pekan keenam kompetisi.

Dua pemain asing, Jeff Withey dan Darious Lee Moten, menjadi motor utama kemenangan tim juara IBL 2024 tersebut. Kontribusi signifikan dari keduanya, ditambah penampilan gemilang guard lokal Agassi Yeshe Goantara, menjadi kunci keberhasilan Pelita Jaya mengamankan poin penuh. Pertandingan ini menjadi bukti konsistensi performa Pelita Jaya di awal musim.

Pelita Jaya Jakarta langsung menggebrak sejak kuarter pertama, menunjukkan intensitas serangan yang tinggi. Agassi Yeshe Goantara dan rekan-rekannya berhasil unggul cepat dengan skor 12-0 saat waktu tersisa 6 menit 4 detik. Dominasi ini membuat Hangtuah Jakarta harus bekerja keras untuk membuka keran poin mereka.

Hangtuah baru bisa mencetak angka melalui floating jump shot Nicholas Julian Hornsby pada sisa waktu 5 menit 57 detik. Meskipun demikian, Pelita Jaya tetap mempertahankan keunggulan signifikan dan menutup kuarter pertama dengan skor 29-18. Keunggulan ini memberikan momentum positif bagi tim tuan rumah.

Memasuki kuarter kedua, Hangtuah Jakarta mulai menemukan ritme permainannya. Perpaduan apik antara Hornsby dan Rakeem Christmas berhasil merepotkan area pertahanan Pelita Jaya yang dijaga ketat oleh Jeff Withey dan Vincent Kosasih, sehingga mencetak 27 angka berbanding 25 poin untuk lawan.

Perlawanan sengit dari Hangtuah membuat selisih skor menipis menjadi 45-54 saat paruh pertama berakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa Hangtuah tidak menyerah begitu saja dan mampu memberikan tekanan serius kepada Pelita Jaya. Pertandingan menjadi semakin menarik dengan adanya kejar-mengejar poin.

Setelah jeda paruh pertama, kondisi pertandingan kembali berubah seiring dengan strategi yang diterapkan oleh David Singleton, pelatih yang telah empat kali berturut-turut meraih gelar Pelatih Terbaik IBL. Singleton memaksimalkan peran dua guard andalannya, Agassi Yeshe Goantara dan Amorie Anthony Archibald.

Penampilan ngotot dari Jeff Withey dan Darious Lee Moten juga turut berkontribusi besar dalam melebarkan jarak poin. Withey mencatatkan double-double impresif dengan 22 poin dan 17 rebound, ditambah tiga assist. Moten tidak kalah cemerlang dengan 20 poin, delapan rebound, dan dua assist, menunjukkan efektivitas mereka di lapangan.

Berkat kombinasi strategi dan performa individu yang cemerlang, Pelita Jaya berhasil melesat jauh di kuarter ketiga. Selisih poin melonjak drastis menjadi 20 angka, menutup kuarter ketiga dengan skor 79-59. Keunggulan ini memberikan kenyamanan bagi Pelita Jaya untuk menghadapi kuarter terakhir.

Pada kuarter keempat, Hangtuah Jakarta yang terlalu bertumpu pada Hornsby dan Vander Lee Blue, mencoba untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, upaya mereka langsung diredam oleh dua tembakan tiga angka krusial dari Agassi. Vincent Kosasih dan Muhamad Arighi juga mulai mengambil alih peran Moten dan Withey yang diistirahatkan pelatih. Akhirnya, perlawanan Hangtuah menyerah, dengan reverse lay up Arighi menutup skor 98-81 untuk kemenangan Pelita Jaya.

Kemenangan atas Hangtuah Jakarta ini memperpanjang tren positif Pelita Jaya Jakarta di IBL 2026. Mereka kini mencatatkan delapan kemenangan beruntun (8-0) sejak kompetisi bergulir pada 10 Januari lalu. Pelita Jaya menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pekan keenam musim ini, menunjukkan konsistensi dan kekuatan tim.

Performa impresif ini menjadi sinyal kuat bagi tim-tim lain di IBL bahwa Pelita Jaya adalah lawan yang patut diwaspadai. Dengan kombinasi pemain asing berkualitas dan talenta lokal yang mumpuni, Pelita Jaya berhasil menjaga momentum kemenangan mereka. Sementara itu, Hangtuah Jakarta kini memiliki catatan menang-kalah 5-5.

Pelita Jaya terus menunjukkan kualitasnya sebagai tim papan atas di liga basket Indonesia. Dengan rekor tak terkalahkan yang gemilang, mereka berambisi untuk mempertahankan performa terbaik hingga akhir musim. Dukungan penuh dari para penggemar diharapkan dapat terus memacu semangat tim untuk meraih gelar juara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi