China Pamer Kekuatan Lewat Latihan Militer Besar di Sekitar Taiwan
Beijing menegaskan kemampuan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dalam menentang separatisme melalui Latihan Militer China Taiwan berskala besar, memicu perhatian global.
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China baru-baru ini memamerkan kekuatan militernya melalui latihan berskala besar di sekitar Taiwan. Latihan ini bertujuan untuk menegaskan kemampuan Beijing dalam menentang separatisme dan intervensi asing.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Zhang Xiaogang, menyatakan bahwa latihan bertajuk "Justice Mission 2025" ini digelar pada Selasa. Manuver ini melibatkan berbagai matra, termasuk pasukan darat, roket, laut, dan udara secara nasional di berbagai arah sekitar pulau.
Latihan militer ini merupakan respons terhadap provokasi dan campur tangan asing, sekaligus menunjukkan kesiapan penuh PLA. Beijing memandang Taiwan sebagai provinsi yang tidak terpisahkan dan menegaskan kedaulatannya atas pulau tersebut.
Tujuan dan Skala Latihan Justice Mission 2025
Latihan "Justice Mission 2025" yang digelar oleh Komando Teater Timur PLA mencakup manuver komprehensif. Ini menguji komando gabungan, koordinasi lintas matra, serta kemampuan tempur terpadu pasukan China.
Zhang Xiaogang menekankan bahwa latihan ini berhasil menguji kemampuan operasi gabungan PLA. Hal ini secara efektif menunjukkan kekuatan untuk melawan separatisme dan mendorong reunifikasi dengan Taiwan.
Selain itu, latihan ini juga dirancang untuk menghalangi intervensi pihak luar dalam skenario militer yang kompleks dan realistis terkini. Beijing menegaskan bahwa setiap provokasi terkait Taiwan akan dihadapi secara tegas.
Sikap Tegas Beijing Terhadap Kedaulatan Taiwan
Kementerian Pertahanan China menegaskan bahwa semua upaya untuk menghambat reunifikasi China pasti akan gagal. Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan jangka panjang Beijing untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorial nasional.
Menurut Zhang, operasi anti-separatis dan anti-intervensi di sekitar Taiwan dianggap sepenuhnya sah, perlu, dan beralasan oleh Beijing. Tujuannya adalah menjaga stabilitas kawasan, keamanan nasional, dan kepentingan inti negara China sesuai hukum internasional dan prinsip pertahanan nasional.
Beijing secara konsisten menentang kontak resmi negara asing dengan Taipei dan menyatakan kedaulatan China atas Taiwan tidak dapat diganggu gugat. Latihan militer ini menjadi penegasan atas posisi tersebut.
Pemerintah Taiwan sendiri menegaskan status otonom tanpa mendeklarasikan kemerdekaan formal secara sepihak. Namun, Beijing memandang pulau itu sebagai provinsinya yang tidak terpisahkan secara historis.
Latar Belakang Konflik dan Implikasi Regional
Taiwan telah diperintah secara terpisah dari China daratan sejak tahun 1949, menyusul berakhirnya perang saudara. Pulau ini memiliki pemerintahan terpilih sendiri dan kekuatan militer yang mandiri.
Beijing secara historis memandang Taiwan sebagai bagian integral dari wilayahnya, yang menjadi akar ketegangan geopolitik berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Situasi ini terjadi di tengah tekanan regional dan internasional yang terus meningkat, di mana pemerintah Taiwan berupaya mempertahankan otonominya.
Latihan militer China di sekitar Taiwan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan militer PLA yang kuat. Namun juga mengirimkan pesan politik yang tegas kepada komunitas internasional mengenai tekad Beijing atas Taiwan.
Sumber: AntaraNews