Cerita Pedagang Angkringan Masuk Istana Bogor, Diserbu Para Menteri
Tak ada yang menyangka para pedagang angkringan ini bisa masuk Istana Bogor.
Pedagang angkringan dan gerobaknya berjejer di teras dan halaman belakang Istana Bogor, Jawa Barat. Jari-jari para pedagang itu bergerak cepat menyiapkan makanan untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan menteri Kabinet Kerja.
Di Ruang Garuda Istana Bogor, Jokowi dan para menteri masih menggelar sidang kabinet paripurna. Sejumlah hal dibahas. Tentu saja tak lepas dari kepentingan masyarakat dan negara.
Begitu rapat selesai, para menteri berbondong-bondong mendekat ke pedagang angkringan yang sudah menunggu di halaman belakang Istana. Ada yang memesan sate sampai nasi goreng. Jokowi pun ikut memesan.
Tak ada yang menyangka para pedagang angkringan ini bisa masuk Istana Bogor. Mantan Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Protokol Istana Kepresidenan Bogor, Endang Sumitra mengungkap cerita awal mula Jokowi mengundang penjual angkringan ke Istana.
Endang bercerita, pada suatu siang pada periode pertama Jokowi memimpin Indonesia, dirinya sedang duduk di samping Pavilion Dyah Bayurini Istana Bogor. Tiba-tiba, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangerap mendekat dan menyampaikan pesan bahwa Endang dipanggil Jokowi.
"'Pak Endang dipanggil bapak', oh iya mas. Izin mas, di mana mas, bapak? 'Di dalam'. Baik mas," cerita Endang kepada merdeka.com, Senin (18/2).
Endang kemudian masuk ke dalam Pavilion Dyah Bayurini menghadap Jokowi yang didampingi sang istri, Iriana. Dia meminta arahan. Jokowi rupanya meminta Endang mencari penjual angkringan yang bisa menjajakan dagangannya di Istana Bogor.
"'Itu Pak Endang, nanti kan saya mau ngumpulin para menteri, sidang kabinet, nanti suguhin angkringan ya tapi lebih macem-macem'. Mungkin variatif maksudnya. Mungkin macam-macam. 'Tidak usah pesan-pesan catering, itu saja angkringan, saya mau suguhin para menteri angkringan'," kata Endang meniru ucapan Jokowi.
Setelah menghadap Jokowi, Endang membuka ponsel. Dia mencari kontak para pedagang angkringan yang sudah dikenalnya. Lewat sambungan telepon, Endang mengajak mereka menjajakan dagangannya di Istana Bogor.
Pedagang angkringan yang mendapat ajakan masuk Istana Bogor kaget bukan main. Mereka tak menyangka akan bertemu Jokowi. Tiga hari berikutnya, para pedagang angkringan diangkut ke Istana Bogor.
"Di Istana, pedagang ini kaget melihat bapak sampai panggil-panggil 'Pak Jokowi, Pak Jokowi, Pak'," tutur Endang.
Menurut Endang, para menteri sangat senang bisa menikmati 'makanan sederhana' yang dijajakan di Istana Bogor. Tak sedikit menteri yang meminta tambahan makanan ke pedagang angkringan. Mereka juga memuji rasa makanan tersebut.
"Beliau-beliau sambil diskusi, ada juga yang nambah. 'Nambah enak nih, ada nasi goreng, sate'," ucap Endang.
Makanan Dicek Sebelum Disantap Menteri-Jokowi
Seluruh makanan yang dijajakan pedagang angkringan di Istana Bogor sudah melewati proses pengecekan. Mulai dari kualitas sampai kebersihan. Endang menyebut tim pengecekan makanan itu sebagai 'lab mini'.
"Memang makanan yang disediakan di sana tidak semuanya bisa lolos. Misalnya, 'Tolong pak ini mi-nya diganti, tidak memenuhi syarat', kita ganti lah," kata Endang.
Sepanjang ingatan Endang, sejak saat itu, Jokowi sering kali mengundang pedagang angkringan untuk menjajakan dagangannya di Istana Bogor.
Di lain waktu, Jokowi memanggil pedagang angkringan menyediakan makanan untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), ajudan, hingga pegawai Istana.
Tak jarang Jokowi memesan sendiri makanan ke pedagang angkringan. Salah satu yang diingat Endang adalah Jokowi memesan mi godok.
Diikuti TNI dan Polri
Kebiasaan mengundang pedagang angkringan ke Istana Bogor kemudian diikuti TNI dan Polri. Endang mengaku pernah dihubungi anggota TNI dan Polri yang meminta nomor handphone pedagang angkringan.
Para pedagang yang pernah menjajakan dagangan di Istana Bogor lalu diangkut ke Mabes TNI di Cilangkap.
"Ini kelihatannya beberapa saat kemudian jadi pola di TNI, Polri sampai Polda Polres," tandas pria yang sudah pensiun sejak 2018 ini.