Cak Imin Beberkan Program 2026, 500 Ribu Pekerja Migran Indonesia Siap Diberangkatkan
Cak Imin mengaku SMKN 5 Makassar merupakan sekolah yang telah menghasilkan lulusan terbaik.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengungkapkan pemerintah akan mengirim 500 ribu tenaga kerja ke luar negeri atau Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal tersebut disampaikan saat meninjai fasilitas Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Makassar, Rabu (3/12).
Cak Imin mengaku SMKN 5 Makassar merupakan sekolah yang telah menghasilkan lulusan terbaik. Meski demikian, Cak Imin mengaku menemukan kekurangan yang ada di SMKN 5 Makassar.
"Tapi, sayang saya menemukan fakta SMK kurang upgrade pada alat-alat pendidikan, termasuk teknologi terbaru. Maka tugas saya akan koordinasikan dengan Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah)," ujarnya kepada wartawan.
Mempersiapkan SMK Go Global
Selain koordinasi ke Mendikdasmen RI, Cak Imin juga akan berbicara dengan Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dan Menteri Keuangan agar fasilitas di pratikum di SMK ditingkatkan. Ia yakin jika fasilitas pratikum untuk mempersiapkan SMK Go Global.
"Di mana lulusan SMK masih menganggur punya kemauan bekerja ke luar negeri kita upgrade. Kita persiapkan melalui Kementerian P2MI supaya bisa bekerja di luar negeri. Targetnya tahun depan ada 500 ribu anak akan diberangkatkan," ungkapnya.
PKB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengungkapkan kendala penguasaan bahasa asing. Cak Imin ingin murid SMK yang ingin bekerja di luar negeri untuk dibekali penguasaan bahasa asing.
"SMK yang memiliki anak didik yang sejak awal ingin bekerja di luar negeri, disiapkan (penguasaan) bahasa (asing). Tidak sulit selama tiga tahun sekolah, dicicil untuk mengejar kompetensi bahasa," kata Cak Imin.
"Bahasa (asing) itu menjadi syarat utama untuk berangkat ke luar negeri," ucapnya.