Dorong SDM Berdaya Saing Tinggi, Menko PM Ajak BUMN Buka Peluang Karir Global
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong BUMN mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi, membuka ekosistem karir global dan meningkatkan kualitas talenta Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk aktif mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi. Dorongan ini disampaikan di Tangerang pada Jumat, 3 April, bertujuan membuka peluang ekosistem karir global bagi tenaga kerja Indonesia. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia di kancah internasional.
Muhaimin menekankan peran vital BUMN dalam memperkuat kompetensi calon pekerja melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penguatan kompetensi ini diharapkan dapat memacu produktivitas dan memperluas kesempatan kerja di luar negeri. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pasar global yang mencari talenta berkualitas dari Indonesia.
Program ini juga menjadi implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program SMK Go Global. Program tersebut dirancang untuk mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di pasar kerja global. Pelepasan 200 calon pekerja migran skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur menjadi langkah awal konkret dari inisiatif ini.
Peran Strategis BUMN dalam Peningkatan SDM Global
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar secara tegas mengajak seluruh BUMN untuk lebih proaktif dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia. Tujuannya adalah agar mereka siap bersaing dan bekerja di pasar internasional. Kolaborasi dengan Komisi VI DPR RI juga akan dilakukan untuk mendorong peran BUMN ini.
Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi dapat dilakukan melalui optimalisasi program CSR BUMN. Program ini bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial, melainkan juga investasi jangka panjang bagi kualitas SDM nasional. Pengembangan keahlian menjadi fokus utama untuk memperkokoh kompetensi pekerja.
Dengan prinsip penguatan kompetensi, produktivitas pekerja akan meningkat signifikan. Hal ini pada gilirannya akan membuka lebih banyak peluang kerja di berbagai negara. Kualitas talenta Indonesia bahkan disebut lebih disukai karena memiliki kultur dan profesionalisme yang teruji.
Program SMK Go Global: Jembatan Menuju Karir Internasional
Program SMK Go Global menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto, yang menginstruksikan langsung kepada Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar. Instruksi ini diberikan setelah Rapat Kabinet pada 5 November 2025 lalu. Program ini dirancang sebagai strategi nasional untuk memperluas akses tenaga kerja Indonesia ke pasar global.
Sebagai langkah awal, program SMK Go Global saat ini berjalan dalam fase piloting yang didukung pembiayaan CSR BUMN. Model program ini akan terus diuji dan disempurnakan. Tujuannya adalah untuk menjadi fondasi kuat menuju implementasi skema reguler yang sedang dalam persiapan.
Sebanyak 200 calon pekerja migran skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur telah diberangkatkan melalui program kolaboratif. Ini merupakan bukti nyata implementasi kebijakan SMK Go Global. Pelepasan ini menjadi jembatan untuk mencetak SDM unggul dan berdaya saing global.
Kontribusi nyata datang dari berbagai pihak dalam memfasilitasi pelatihan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI). Menko Muhaimin mengapresiasi peran BUMN dan lembaga terkait dalam upaya ini.
- Pelepasan 200 calon pekerja migran skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur.
- Dukungan pembiayaan CSR BUMN untuk program SMK Go Global.
- Kontribusi BUMN dan lembaga terkait dalam memfasilitasi penempatan:
- PT Angkasa Pura: 50 calon pekerja.
- PT Kereta Api Indonesia: 30 calon pekerja.
- Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI): 120 calon pekerja.
Sumber: AntaraNews