Bus AKAP Tabrak Rumah Warga di Polewali Mandar, 6 Orang Terluka
Menurut keterangan sopir, kecelakaan terjadi saat dirinya berusaha menghindari pengendara sepeda motor yang melintas secara tiba-tiba dari arah berlawanan.
Sebanyak enam orang luka-luka disebabkan kecelakaan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Bintang Timur rute Kabupaten Mamuju menuju Kota Makassar di Jalan Trans Sulawesi, Kampung Buttu, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (11/2) malam. Bus
Kepala Unit Penegakkan Hukum Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Polewali Mandar Inspektur Satu, Sofyan mengatakan bus yang menabrak satu unit rumah terjadi sekitar pukul 23.40 Wita.
"Bus tiba-tiba oleng saat hendak menghindari pemotor di depannya. Alhasil, bus menabrak rumah warga," kata dia.
Polisi Olah TKP
Sofyan menyebut pihaknya telah mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP) untuk melakukan penyelidikan.
"Setelah menerima laporan, anggota langsung mendatangi TKP, melakukan olah TKP dan mencari saksi," kata dia.
Berdasarakan pengakuan pemilik rumah, Rasid, saat kejadian ia bersama keluarga tengah tertidur lelap. Mereka terbangun setelah mendengar suara benturan keras yang disusul kerusakan rumah.
Rumah dua lantai miliknya mengalami kerusakan parah dan tidak dapat ditempati sementara waktu. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
"Kami sekeluarga sedang tidur. Tiba-tiba terdengar suara keras sekali, rumah langsung terguncang. Ternyata bus menabrak rumah kami," kata Rasid.
Sopir Bintang Timur Mau Tanggung Jawab
Sementara itu, Kepala Desa Laliko, Andi Rahmanuddin, menjelaskan bahwa pihak sopir bus disebut telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan rumah korban.
"Sudah ada pembicaraan, dan pihak sopir menyampaikan kesiapan untuk menanggung seluruh biaya perbaikan rumah warga," kata Andi Rahmanuddin kepada wartawan.
Terpisah, sopir bus, Darman menyampaikan kecelakaan terjadi saat dirinya berusaha menghindari pengendara sepeda motor yang melintas secara tiba-tiba dari arah berlawanan. Menurutnya, kondisi jalan yang licin akibat hujan memperparah situasi.
"Saya menghindari motor di depan. Kondisi jalan licin karena hujan, jadi kendaraan sulit dikendalikan. Bukan karena mengantuk," ujar Darman.
Hingga kini, sopir dan kernet bus masih menjalani perawatan di ruang UGD puskesmas setempat akibat mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki.
Peristiwa kecelakaan tersebut sempat menyebabkan kemacetan panjang di ruas Jalan Trans Sulawesi, khususnya di jalur lintas barat Sulawesi Barat.
Warga sekitar dan petugas kepolisian terlihat mengatur lalu lintas serta membantu proses evakuasi korban dan barang-barang milik pemilik rumah.