Pekik Allahu Akbar Penumpang Saat Bus ALS Tiba-Tiba Meluncur Kencang dan Terbalik di Padang Panjang
Puluhan penumpang luka-luka. Semantara 12 orang meninggal dunia, di mana dua di antaranya anak-anak.
Aktivitas ruas lintas Padang Panjang yang seharusnya berjalan seperti biasa berubah menjadi tragedi mengerikan. Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan tunggal di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada Selasa (6/5).
Bus yang membawa 30 penumpang itu diduga mengalami rem blong. Di kondisi jalanan menurun, laju bus legendaris itu tak terhenti. Meluncur cepat kemudian menabrak sejumlah kendaraan dan terbalik.
Puluhan penumpang luka-luka. Semantara 12 orang meninggal dunia, di mana dua di antaranya anak-anak.
Desmon Lumban Gaol (47), salah satu korban selamat menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan tersebut bus terjadi. Penumpang tiba-tiba meraskaan bus bergetar dan melaju kencang di penurunan.
"Dari penurunan itu, rem tidak berfungsi. Bus terasa bergetar dan melaju dengan kencang," ujar Desmon, Rabu (7/5).
Suasana dalam bus, begitu gaduh. Semua penumpang panik. Semua saling bersahutan meneriakkan Allahu Akbar.
"Beberapa penumpang berteriak Allahu Akbar dan kemudian bus terbalik," tuturnya.
Seusai bus tersebut terbalik, Desmon menyelamatkan diri dan melihat sebagian penumpang terjepit.
"Saya melihat ada penumpang yang terjepit," katanya.
Diberitakan sebelumnya, empat jenazah korban kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengalami kecelakaan di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada Selasa (6/5/2025) siang belum dijemput pihak keluarga. Korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut berjumlah 12 orang.
Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Sumbar Dr. Eka Purnama Sari mengatakan, empat korban yang meninggal dunia belum dijemput pihak keluarga dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
"Empat jenazah kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, karena di sana ada lemari pendinginan, sementara yang lainnya sudah dijemput pihak keluarga," katanya pada Selasa, (6/5) malam.
Ia melanjutkan, kepada pihak keluarga yang ingin menjemput jenazah korban bisa datang langsung ke RS Bhayangkara Padang.
"Pihak keluarga dari empat jenazah ini belum ada menghubungi kami," tuturnya.
Data Korban yang Dibawa Ke RS Bhayangkara Padang:
1. Silaen (30), laki-laki asal Toba, Sumatera Utara
2. Aryudi (38), laki laki asal Deli Serdang
3. Etrick Gustaf Wenas (26), laki laki asal Jakarta
4. Sri Rejeki (38), perempuan asal Tenayan Raya, Pekanbaru