Kesaksian Pasutri Lolos dari Maut Bus ALS: Kami Hanya Bisa Lihat Penumpang Lain Terbakar
Penumpang asal Pati ini selamat setelah keluar melalui jendela bus terbakar.
Bus ALS dan truk tangki terbakar usai mengalami kecelakaan di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5). 16 orang meninggal dunia dalam insiden itu dan empat lainnya selamat.
Dua korban selamat di antaranya pasangan suami istri asal Gabus, Pati, Jawa Tengah, yakni Ngadiono bin Wage (44) dan Jumiatun binti Surip (34). Meski lolos dari maut, pasutri ini mengalami luka bakar serius.
Ngadiono luka bakar di tangan dan wajah. Sementara istrinya harus dirawat intensif di ICU karena luka parah akibat kecelakaan dan kebakaran.
Ngadiono mengaku sejak awal sudah khawatir dengan kondisi bus yang tak laik jalan. Dia dan istrinya berencana membatalkan menggunakan bus itu namun tiket tak bisa dikembalikan. Keterbatasan biaya membuatnya terpaksa tetap menumpangi bus ALS dari Pati menuju Medan.
"Kami lihat busnya tak pantas lagi jalan, tapi tiket tak bisa dibatalkan lagi, terpaksa kami tetap naik," kata Ngadiono.
Bus Gangguan di Jalan
Dalam perjalanan, ada-ada saja gangguan pada bus tersebut. Sopir harus menghentikan laju bus karena mengisi air radiator yang sempat kering.
Selain itu, oli terlihat berceceran selama perjalanan sehingga membuat penumpang makin khawatir. Namun pengemudi tetap melajukan kendaraan tanpa memperbaiki kerusakan.
Lompat dari Bus
Kecelakaan terjadi ketika sopir panik melihat ada percikan api di belakang badan bus. Sopir lantas banting setir ke kanan dengan tujuan menghindari akibat yang lebih fatal.
Ternyata ada truk tangki dari arah berlawanan melaju dengan kencang. Tabrakan kencang pun tak terelakkan.
Dalam hitungan detik, api menyambar bus dan terbakar. Saat itulah, Ngadiono mengajak istrinya keluar dari jendela.
"Saya ajak istri saya keluar dari jendela, waktu itu bus sudah terbakar," kata Ngadiono.
Begitu keluar dari bus dan menjauh, Ngadiono melihat api makin membesar disertai ledakan. Seketika jeritan dari penumpang bus hilang seiring api membakar seisi bus.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami hanya bisa melihat penumpang lain terbakar di dalam bus," kata Ngadiono.
Penyebab Kecelakaan Diselidiki Polisi
Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin mengatakan, 16 korban telah dibawa ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau untuk identifikasi. Kepolisian juga masih mendalami penyebab kecelakaan hingga terbakar.
"Masih lidik, saksi-saksi masih dimintai keterangan," kata Iin.