Kernet Ungkap Fakta Baru Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, Penumpang Terjebak Akibat Pintu Tak Bisa Dibuka dari Dalam

Fakta tersebut didapat dari keterangan kernet bus ALS, Muhammad Fadli (30). Fadli merupakan satu dari empat korban selamat.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Kernet Ungkap Fakta Baru Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, Penumpang Terjebak Akibat Pintu Tak Bisa Dibuka dari Dalam
Kernet Ungkap Fakta Baru Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, Penumpang Terjebak Akibat Pintu Tak Bisa Dibuka dari Dalam (Merdeka.com)

Kepolisian menemukan fakta baru dalam kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5). Insiden yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia ini masih dalam proses penyelidikan.

Fakta tersebut didapat dari keterangan kernet bus ALS, Muhammad Fadli (30). Fadli merupakan satu dari empat korban selamat.

Kesaksian Kernet

Fadli mengaku sebagian penumpang bus sedang terlelap tidur, ada juga bermain ponsel. Mereka panik bukan main setelah terjadi tabrakan hebat dengan truk tangki.

Dalam hitungan detik, api seketika muncul dari bagian depan bus. Seisi penumpang berusaha menyelamatkan diri ketika api makin membesar dan masuk ke kabin bus.

Namun usaha penumpang gagal karena mereka tak bisa membuka pintu depan bus. Sementara pintu belakang penuh dengan barang bawaan penumpang dan paket.

Fadli menyebut pintu bagian depan bus hanya bisa dibuka dari luar. Alhasil para korban berjibaku keluar dari jendela namun api keburu membakar mereka.

Fadli sendiri berhasil selamat dengan cara keluar dari jendela depan yang pecah. Disusul tiga penumpang lain dalam kondisi terbakar.

"Pintunya tidak bisa dibuka dari dalam, cuma dari dalam saja," kata Kasatlantas Polres Muratara AkP M Karim, Jumat (8/5).

Kondisi Bus ALS

Fadli juga menuturkan bus ALS sempat mengalami kekeringan air radioator saat melintas di Lahat, Sumsel. Sementara sopir baru mengemudikan bus dari Empat Lawang, menggantikan satu sopir lain.

Fadli menyebut bus nahas itu rencananya dilakukan peremajaan pada Oktober 2026 setelah beroperasi selama 25 tahun dengan rute Jawa-Sumatra. Mengingat kondisi terbilang tua, bus itu kerap mengalami kerusakan.

"Keterangannya mau dipensiunkan bulan Oktober nanti," kata Karim.

Saat kejadian, kernet Fadli melihat sopir bus berusaha menghindari lobang hingga hilang kendali dan masuk ke jalur kanan. Dari arah berlawanan datang truk tangki hinggi terjadi tabrakan lalu terbakar.

"Keterangan saksi menjadi salah satu petunjuk penyidik dalam mengungkap kasus ini. Mudah-mudahan segera terungkap," tutup Karim.



Rekomendasi