Sebanyak 24 jamaah umrah asal Indonesia, sebagian besar dari Sumatera Barat, mengalami insiden bus terbakar saat dalam perjalanan menuju Madinah. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar 20 menit sebelum bus tiba di kota suci tersebut pada Sabtu (28/3). Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah telah memastikan keselamatan seluruh jamaah.
Meskipun bus mengalami kebakaran hebat, semua penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa korban luka fisik. KJRI Jeddah menyatakan bahwa seluruh jamaah dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia pada tanggal 31 Maret 2026. Satgas Pelindungan KJRI Jeddah telah bergerak cepat menemui para jamaah.
Dugaan awal insiden bus umrah terbakar ini mengarah pada masalah teknis kendaraan, setelah sebelumnya jamaah sempat mencium bau kopling terbakar. Pihak KJRI akan terus mengawal kasus ini, termasuk potensi kompensasi dari perusahaan transportasi terkait.
Advertisement
Advertisement
Insiden kebakaran bus umrah ini terjadi ketika rombongan jamaah sedang dalam perjalanan menuju Madinah, tepatnya sekitar 20 menit sebelum mencapai tujuan. Sebelumnya, para jamaah telah dua kali melaporkan adanya bau kopling terbakar kepada sopir bus. Namun, kedua sopir yang diketahui warga negara Mesir tersebut meyakinkan bahwa kendaraan dalam kondisi aman.
Tak lama setelah peringatan tersebut, terdengar suara letusan keras dari ban bus. Sopir segera mengambil tindakan cepat dengan menepikan kendaraan ke sisi jalan. Seluruh penumpang kemudian diminta untuk segera turun dari bus demi keselamatan mereka.
Setelah semua penumpang dievakuasi, api dengan cepat membesar dan melahap bus. Alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di dalam bus ternyata tidak cukup efektif untuk mengendalikan kobaran api yang semakin membesar. Beruntung, paspor seluruh jamaah berhasil diselamatkan dan tidak ikut terbakar dalam insiden ini.
Advertisement
Meskipun tidak ada korban luka fisik, sejumlah anak-anak dilaporkan mengalami trauma ringan akibat kejadian tersebut dan enggan menumpang bus lagi untuk sementara. Sekitar 30 menit setelah insiden, bus pengganti tiba di lokasi untuk mengangkut para jamaah menuju Hotel Manazel Al Sadiq.
Advertisement
Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, menegaskan bahwa Satgas Pelindungan KJRI Jeddah telah sigap menangani insiden bus umrah terbakar ini. Tim KJRI telah menemui pembimbing dan perwakilan jamaah di Madinah pada Jumat malam waktu setempat untuk memastikan kondisi dan kebutuhan mereka. Yusron juga memastikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi selamat.
Menurut Yusron, tidak ada indikasi adanya kelalaian atau pengemudi yang ugal-ugalan dalam insiden ini. Dugaan kuat mengarah pada adanya masalah teknis pada kendaraan sebagai penyebab utama kebakaran. Pihak KJRI akan terus memantau perkembangan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran bus tersebut.
KJRI Jeddah telah menjamin bahwa insiden ini tidak akan menghambat jadwal kepulangan jamaah ke Tanah Air. Seluruh 24 jamaah umrah Indonesia tetap dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia pada 31 Maret 2026. Hal ini memberikan kepastian bagi para jamaah dan keluarga mereka di Indonesia.
Advertisement
Selain memastikan pemulangan, KJRI juga akan mengawal kasus ini secara menyeluruh, termasuk kemungkinan pengajuan kompensasi dari perusahaan transportasi yang bertanggung jawab. Upaya ini dilakukan untuk memastikan hak-hak para jamaah terpenuhi setelah mengalami musibah tersebut.
Sumber: AntaraNews