Bupati Banyumas Ajak PCNU Sosialisasikan Program UHC non cut off
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyumas untuk aktif menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC) non cut off, memastikan akses kesehatan merata bagi seluruh masyarakat.
Purwokerto, 3 April 2026 – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk turut serta menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC) "non cut off". Ajakan ini disampaikan agar manfaat program UHC non cut off dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Banyumas. Program ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam memberikan jaminan layanan kesehatan bagi warganya.
Dalam acara Silaturahmi dan Halalbihalal Keluarga Besar PCNU Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Banyumas, Jumat sore, Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa seluruh warga Banyumas kini cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan layanan kesehatan. Layanan ini dapat diakses di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, karena sudah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Bupati, program UHC "non cut off" merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Anggaran untuk program ini mengalami peningkatan signifikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkab Banyumas dalam menjamin hak kesehatan warganya.
Optimalisasi Akses Kesehatan Melalui UHC non cut off Banyumas
Program Universal Health Coverage (UHC) "non cut off" di Banyumas dirancang untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh penduduk. Dengan program ini, warga Banyumas hanya perlu menunjukkan KTP mereka saat membutuhkan layanan medis di fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan. Seluruh biaya layanan kesehatan tersebut akan ditanggung oleh APBD Kabupaten Banyumas, menghilangkan kekhawatiran masyarakat terkait biaya pengobatan.
Komitmen pemerintah daerah terhadap program UHC non cut off Banyumas juga terlihat dari peningkatan alokasi anggaran yang signifikan. Bupati Sadewo Tri Lastiono menyebutkan bahwa anggaran yang semula sekitar Rp47 miliar, kini telah ditingkatkan menjadi sekitar Rp105 miliar. Peningkatan anggaran ini menunjukkan keseriusan dan upaya berkelanjutan Pemkab Banyumas untuk memperkuat sistem jaminan kesehatan bagi warganya.
Program ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada satu pun warga yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan karena kendala biaya. Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika ada fasilitas kesehatan yang menolak memberikan pelayanan. Hal ini penting untuk memastikan program UHC non cut off Banyumas berjalan sesuai tujuannya.
Peran Strategis PCNU dalam Sosialisasi Program Kesehatan
Bupati Sadewo Tri Lastiono menilai peran ulama dan organisasi keagamaan, khususnya Nahdlatul Ulama (NU), sangat strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia secara khusus mengharapkan PCNU Banyumas dapat membantu menyosialisasikan program UHC "non cut off". Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak mereka dalam memperoleh layanan kesehatan.
Keterlibatan PCNU Banyumas dalam sosialisasi program UHC non cut off Banyumas sangat krusial mengingat jangkauan dan pengaruh organisasi ini di tengah masyarakat. Dengan bantuan PCNU, informasi mengenai kemudahan akses layanan kesehatan dan dukungan anggaran dari pemerintah daerah dapat tersebar lebih luas dan efektif. Hal ini akan memastikan lebih banyak warga yang mengetahui dan memanfaatkan program penting ini.
Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan seperti PCNU diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan program UHC. Dengan pemahaman yang baik dari masyarakat, program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif yang maksimal terhadap kualitas kesehatan warga Banyumas. Kerjasama ini juga mencerminkan upaya kolektif dalam membangun kesejahteraan bersama.
Komitmen Pembangunan Daerah dan Sinergi Masyarakat
Selain sektor kesehatan, Bupati Sadewo Tri Lastiono juga memaparkan sejumlah program pembangunan di berbagai bidang lainnya. Program-program ini mencakup pendidikan, penguatan pesantren, pembangunan infrastruktur, hingga upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Hal ini menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan publik secara bertahap. Perbaikan ini selalu mengedepankan kebutuhan serta aspirasi masyarakat sebagai prioritas utama. Komitmen ini menjadi landasan bagi setiap kebijakan dan program yang dijalankan oleh Pemkab Banyumas.
Dalam kesempatan Halalbihalal tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk PCNU, untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah. Momentum ini bukan hanya untuk saling memaafkan, tetapi juga untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan dalam memajukan Banyumas. Sebagai bentuk dukungan, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kendaraan operasional kepada organisasi keagamaan.
Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan PCNU diharapkan dapat terus terjalin guna mendukung keberhasilan program pembangunan. Kolaborasi ini penting untuk mewujudkan Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews