UHC Banyumas: Komitmen Pemkab Lindungi Kesehatan Warga Raih Penghargaan Bergengsi
Kabupaten Banyumas berhasil meraih UHC Award 2026, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi warganya melalui Program JKN. Simak detail pencapaian UHC Banyumas ini!
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 bagi daerahnya adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah. Penghargaan ini menegaskan upaya Pemkab Banyumas dalam memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi seluruh masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan bergengsi UHC Award Tahun 2026 kategori Pratama ini diterima oleh Pemkab Banyumas dari BPJS Kesehatan. Penyerahan penghargaan berlangsung dalam acara yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, pada Selasa siang.
Dengan status UHC Non Cut Off yang kini disandang Banyumas, setiap warga ber-KTP Banyumas yang didaftarkan pemerintah daerah akan langsung aktif kepesertaannya. Hal ini berarti tidak ada masa tunggu untuk mendapatkan layanan kesehatan, memastikan akses cepat dan mudah bagi seluruh penduduk.
Kolaborasi Kuat Wujudkan UHC Banyumas
Bupati Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi solid antara BPJS Kesehatan dan Pemkab Banyumas. Kerjasama yang terjalin baik selama ini menjadi kunci utama keberhasilan program UHC Banyumas.
Status UHC Non Cut Off memungkinkan masyarakat memperoleh jaminan pelayanan kesehatan berkualitas. Akses ini tanpa hambatan administratif maupun kendala biaya, memberikan ketenangan bagi warga.
Diharapkan status UHC Non Cut Off ini dapat terus dipertahankan ke depan. Tujuannya adalah untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Banyumas.
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat Banyumas menjadi fokus utama pemerintah daerah. Seluruh warga diharapkan dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, berkelanjutan, serta tanpa hambatan melalui Program JKN.
Capaian Impresif Kepesertaan JKN di Banyumas
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri, menjelaskan bahwa capaian Banyumas mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektor. Ini adalah bukti nyata dalam menjamin hak dasar masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Program JKN merupakan instrumen negara untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang adil dan merata. Keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung JKN.
Hingga 1 Januari 2026, tercatat 1.836.730 jiwa atau 98,70 persen penduduk Kabupaten Banyumas telah terdaftar sebagai peserta JKN. Tingkat keaktifan peserta mencapai 80,85 persen, menunjukkan partisipasi aktif warga.
Capaian ini melampaui target UHC Non Cut Off, yaitu minimal 98 persen penduduk terdaftar dengan tingkat keaktifan peserta sekurang-kurangnya 80 persen. Ini menandakan efektivitas program UHC Banyumas.
Peran Krusial Pemerintah Daerah dalam JKN
Niken Sawitri menegaskan bahwa peran kepala daerah memiliki pengaruh langsung terhadap keberhasilan pencapaian UHC. Ini khususnya dalam mendorong penduduk untuk terdaftar dan memastikan keberlangsungan kepesertaan aktif.
Dukungan kebijakan dan penganggaran daerah sangat vital untuk menjaga keberlanjutan program JKN. Komitmen finansial pemerintah daerah memperkuat implementasi UHC Banyumas.
Penghargaan UHC Awards 2026 yang diraih Kabupaten Banyumas menunjukkan tingginya komitmen pemerintah daerah. Komitmen ini bertujuan memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat secara menyeluruh.
Ketika menghadapi permasalahan kesehatan, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan melalui Program JKN tanpa kendala. Ini adalah manfaat langsung dari status UHC yang diraih Banyumas.
Sumber: AntaraNews