Buntut Pembakaran Rumah Karyawan PT SSL di Siak, 8 Diamankan dan 4 jadi Tersangka
Polisi masih terus mendalami keterlibatan pelaku lainnya
Puluhan massa membakar sebuah pos Satpam dan 5 rumah karyawan serta kendaraan milik PT Seraya Sumber Lestari (SSL) di Kabupaten Siak.
Usai kejadian, polisi mengamankan 8 orang dan empat di antaranya ditetapkan jadi tersangka.
"Kami amankan ada delapan orang, kemudian yang jadi tersangka ada empat orang," ujar Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy, Kamis (12/6).
Selain empat pelaku itu, polisi masih terus mendalami keterlibatan pelaku lainnya. Selain pembakaran, polisi juga mencari pelaku perusakan kendaraan milik perusahaan.
"Tim di lapangan masih mencari pelaku lainnya, akan kita kembangkan terus," jelas Eka.
Menurut Eka, aksi demonstrasi boleh saja dilakukan, tapi jika sudah anarkis dan juga melanggar aturan akan ditindak tegas dan tak ditolerir. Sebab, ada unsur pidana yang dilakukan jika sudah anarkis.
"Kita sangat mengecam sekali kebiasaan anarkis ini. Aksi boleh saja, tapi jangan anarkis," ucap Eka.
Sebelumnya, sekelompok massa membakar pos satuan pengamanan dan lima rumah karyawan perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) kayu akasia milik PT SSL di Tumang, Kabupaten Siak, Riau Rabu (11/6). Pembakaran itu diduga karena konflik laham antara warga dengan perusahaan.
Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dia telah mengerahkan personel untuk meredam peristiwa tersebut.
"Iya benar kejadiannya, itu di PT SSL, pos keamanan dan ada lima rumah karyawan dibakar. Dugaannya ada konflik lahan antara massa dengan PT SSL," ujar Eka.
Warga Diimbau Tenang dan Tidak Anarkis
Kapolres Siak, AKBP Eka Ariandy Putra bersama Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli dan Dandim 0322/Siak Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho, M.Han., segera turun ke lokasi untuk meredam massa.
Eka dengan tegas mengimbau warga agar tidak melanjutkan tindakan anarkis dan menyerahkan penyelesaian konflik kepada pihak berwenang.
"Kami paham ada kekecewaan masyarakat, namun tindakan anarkis bukan solusi. Percayakan penyelesaian melalui jalur hukum dan mediasi resmi. Kami Polres Siak siap mengawal proses ini agar adil dan terbuka,” ujar Eka Kamis (12/6).
Senada dengan Kapolres, Bupati Siak Dr. Afni juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi penyelesaian konflik. Namun, Bupati menekankan bahwa tindakan perusakan fasilitas yang melanggar hukum tidak dapat ditoleransi.
"Kami akan bantu fasilitasi mediasi dengan pihak PT SSL. Tapi kami tidak bisa mentoleransi tindakan merusak fasilitas yang sudah melanggar hukum,” tegas Afni.