Tujuh Kendaraan Dinas Ludes! Ini Dia Kerugian Penyerangan Mapolres Jaktim yang Bikin Geleng-geleng Kepala
Simak detail kerugian penyerangan Mapolres Jaktim yang terjadi dini hari. Dari tujuh kendaraan dinas hingga belasan mobil pribadi hangus, apa saja yang rusak dan siapa saja tersangkanya?
Markas Kepolisian Metro Jakarta Timur (Mapolres Jaktim) mengalami kerugian besar akibat penyerangan brutal oleh sekelompok massa tak dikenal. Insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8) dini hari tersebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas dan kendaraan operasional.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Polisi Alfian Nurrizal, mengungkapkan total kerugian yang signifikan. Kerugian paling besar menimpa sarana operasional Kepolisian, termasuk kendaraan dinas yang hangus terbakar.
Peristiwa ini tidak hanya merusak aset negara, tetapi juga mengganggu pelayanan publik. Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap dalang di balik aksi anarkis ini dan menangkap para pelakunya.
Dampak Kerusakan Fasilitas dan Kendaraan
Penyerangan terhadap Mapolres Metro Jakarta Timur mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit. Kombes Polisi Alfian Nurrizal merinci bahwa tujuh unit kendaraan dinas ludes terbakar dalam insiden tersebut.
Kendaraan yang hangus meliputi truk Samapta, truk perintis, mobil provost, mobil Binmas, mobil tahti, ambulans, dan truk bantuan air. Selain itu, sebanyak 14 kendaraan pribadi milik anggota Kepolisian yang terparkir di luar Mako Polres Jaktim juga menjadi korban.
Kerusakan juga meluas ke berbagai fasilitas gedung. Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), ruang reserse kriminal (reskrim), pagar depan, hingga kamera pengawas (CCTV) mengalami kerusakan parah. Kaca-kaca gedung pecah dan beberapa ruangan tidak dapat digunakan.
Kronologi Penyerangan dan Respons Polisi
Aksi penyerangan ini bermula pada Sabtu, 30 Agustus, sekitar pukul 00.00 WIB. Sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba datang dan langsung menyerang petugas Kepolisian yang sedang bertugas.
Mereka melancarkan serangan dengan melempar batu, bom molotov, serta menembaki dengan petasan. Akibatnya, sebagian gedung bagian depan, pagar, serta kendaraan dinas dan pribadi anggota Polres Metro Jakarta Timur rusak dan hangus terbakar.
Kombes Polisi Alfian menegaskan bahwa aparat Kepolisian yang berjaga hanya melakukan langkah bertahan dan mengimbau massa untuk membubarkan diri. "Kami hanya bertahan, tidak melakukan tembakan dari anggota kami," tegas Alfian, membantah isu tembakan yang beredar di media sosial.
Selain Mapolres Metro Jaktim, lima Polsek di Jakarta Timur juga menjadi sasaran serangan massa, yaitu Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, dan Cipayung.
Penangkapan dan Peran Tersangka
Polres Metro Jakarta Timur telah berhasil mengidentifikasi dan menangkap sejumlah tersangka terkait insiden penyerangan ini. Empat tersangka, yakni ISI (42), SES (31), FA (15), dan DA (15), diamankan pada 5-6 September 2020.
Keempat tersangka memiliki peran yang berbeda-beda dalam aksi perusakan tersebut. ISI berperan melempar batu dan menyerang kantor dengan kayu. SES menyerang menggunakan bambu, sementara FA melempar Polres dengan batu sebanyak tiga kali.
Tersangka DA juga terlibat dalam pelemparan batu ke arah Markas Polres. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menuntaskan kasus penyerangan yang menimbulkan kerugian penyerangan Mapolres Jaktim yang signifikan.
Sumber: AntaraNews