Fakta Baru! Polisi Selidiki Dalang dan Penyokong Dana Perusakan Kantor Polisi Jaktim, Ada Bom Molotov Buatan Tersangka
Kepolisian Metro Jakarta Timur terus mendalami kemungkinan adanya dalang dan penyokong dana di balik aksi perusakan kantor polisi di Jaktim, termasuk penggunaan bom molotov. Siapa di baliknya?
Kepolisian Republik Indonesia masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kemungkinan adanya dalang dan penyokong dana di balik serangkaian aksi penyerangan serta perusakan kantor polisi di wilayah Jakarta Timur. Penyelidikan ini dilakukan menyusul indikasi bahwa aksi tersebut berlangsung secara terstruktur dan melibatkan penggunaan bom molotov buatan para tersangka.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Alfian Nurrizal, menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji dan menganalisis lebih lanjut mengenai koordinator aksi maupun pihak yang menyediakan pendanaan. Hal ini menjadi fokus utama mengingat skala dan metode penyerangan yang terorganisir.
Insiden perusakan ini tidak hanya menimbulkan kerugian material berupa fasilitas yang rusak, tetapi juga menyebabkan korban luka di kalangan personel kepolisian. Dua anggota di Polsek Jatinegara mengalami cedera serius, termasuk patah tulang setelah terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri dari serangan yang terjadi pada Sabtu (30/8) dini hari tersebut.
Penyelidikan Mendalam Terkait Aktor Intelektual
Polisi terus mendalami kemungkinan adanya provokasi dan pendanaan terstruktur di balik aksi perusakan kantor polisi di Jakarta Timur. Kapolres Metro Jakarta Timur, Alfian Nurrizal, menegaskan bahwa penyelidikan ini diperlukan untuk mengungkap secara tuntas jaringan yang lebih luas di balik insiden tersebut.
Indikasi adanya dalang dan penyokong dana perusakan kantor polisi Jaktim semakin kuat menyusul ditemukannya bom molotov buatan tersangka. Hal ini menunjukkan adanya perencanaan matang dalam setiap aksi yang dilakukan oleh para pelaku.
Meskipun demikian, Alfian belum bisa mengonfirmasi keterkaitan antar tersangka dalam hal provokasi dan pendanaan secara langsung. "Kita masih dalami, semuanya ini tentunya nanti akan kita kaji, analisa dan nanti akan kita berikan informasi lebih tepatnya terkait koordinator aksi ataupun (penyokong) dana," kata Alfian saat dikonfirmasi di Jakarta.
Dampak dan Kerugian Akibat Aksi Perusakan
Aksi penyerangan dan perusakan kantor polisi di Jakarta Timur tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyebabkan sejumlah personel kepolisian mengalami luka-luka. Dua anggota di Polsek Jatinegara menjadi korban, salah satunya mengalami patah tulang setelah terjatuh dari lantai dua saat berusaha melarikan diri.
"Dua orang personel polisi di Polsek Jatinegara yang mengalami luka di pipi sebelah kanan pada saat dia melarikan diri, jatuh dari lantai dua, dan kakinya ada satu orang yang mengalami patah," ucap Alfian, menjelaskan kondisi korban.
Terkait nilai kerugian, pihak kepolisian belum dapat menyebutkan angka pasti. Namun, seluruh kerusakan inventaris dan fasilitas telah dilaporkan kepada Polda Metro Jaya untuk proses penghitungan lebih lanjut. Kerusakan yang terjadi meliputi fasilitas yang dibakar, dirusak, hingga kehilangan barang inventaris.
Identifikasi dan Penangkapan Para Tersangka
Hingga saat ini, Polres Metro Jakarta Timur telah berhasil mengamankan 14 tersangka yang terlibat dalam aksi perusakan sejumlah kantor polisi di wilayahnya. Para tersangka ini ditangkap berdasarkan lima laporan polisi yang ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro Jakarta Timur.
Lima lokasi kantor polisi yang menjadi sasaran penyerangan adalah:
- Mako Polres Jaktim
- Mako Polsek Duren Sawit
- Mako Polsek Cipayung
- Mako Polsek Ciracas
- Mako Polsek Jatinegara
Dari 14 tersangka yang diamankan, empat di antaranya yaitu ISI (42), SES (31), FA (15), dan DA (15) terlibat dalam penyerangan dan perusakan Mako Polres Metro Jakarta Timur. Mereka ditangkap pada tanggal 5-6 September 2025.
Tiga tersangka lainnya, MHF (21), MAR (17), dan ASA (17), melakukan penyerangan dan perusakan terhadap Mako Polsek Duren Sawit. Sementara itu, NR (29), YO (21), dan DDK (25) bertanggung jawab atas penyerangan dan perusakan Mako Polsek Cipayung, dengan NR dan YO juga terlibat dalam penyerangan di Mako Polsek Ciracas.
Empat tersangka, yaitu AR (23), RR (27), SEP (22), dan STP (24), terlibat dalam penyerangan dan perusakan Mako Polsek Jatinegara. Dua di antaranya, AR dan RR, berperan penting dalam peracikan bom molotov yang digunakan saat penyerangan. "Tersangka yang diamankan yakni AR (23), RR (27), SEP (22) dan STP (24), mereka melakukan penyerangan dan perusakan terhadap Mako Polsek Jatinegara. Dua di antaranya berperan membuat bom molotov," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Polisi Alfian Nurrizal.
AR dan RR, yang merupakan karyawan SPBU swasta, membantu proses pembuatan tiga bom molotov di depan SPBU Shell, Jalan Letjen MT Haryono, Cawang, Kramat Jati. "Mereka membeli tiga botol (kaca minuman) untuk wadah membuat bom molotov, dan menyiapkan satu botol membantu mengisi bensin ke botol dan menyiapkan sumbuh kain," jelas Alfian. Peran para tersangka beragam, mulai dari menyerang dengan bambu, melempar batu, hingga melakukan penjarahan.
Sumber: AntaraNews