Satu Orang Ditetapkan Tersangka Terkait Penyerangan Polres Jaktim
Kepolisian sejauh ini masih melengkapi berkas dari perkara tersebut.
Kepolisian menetapkan satu tersangka terkait penyerangan Mapolres Jakarta Timur saat terjadi rangkaian kerusuhan demo di DPR pada Sabtu (30/8). Seperti diketahui, ratusan massa menyerang Polres Metro Jaktim sehingga mengakibatkan puluhan kendaraan berupa mobil dan sepeda motor yang terparkir di depan gedung hangus terbakar pada Sabtu (30/8) dini hari.
Saat itu, massa datang berbondong-bondong dan langsung melempari gedung polres dengan batu serta benda keras lainnya. Tindakan anarkis itu membuat situasi di sekitar Markas Polres Metro Jaktim mencekam. Massa bahkan disebut melemparkan molotov berkali-kali ke area dalam Polres Metro Jaktim.
Selain Polres Metro Jaktim, ada lima Polsek di Jakarta Timur yang juga diserang massa, yakni Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara dan Cipayung.
"Baru penetapan satu tersangka penyerangan Mako Polres," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan kepada wartawan, Rabu (3/9).
Dicky belum merinci lebih jauh terkait pengusutan kasus penyerangan Polres Jakarta Timur, termasuk identitas dari tersangka yang baru ditetapkan. Kepolisian sejauh ini masih melengkapi berkas dari perkara tersebut.
"Ini masih awal, kasih waktu," ujar Dicky.
Massa Jarah Komponen Mobil Dibakar
Pada Sabtu (30/8) pagi, Sekitar pukul 08.00 WIB, terlihat sejumlah orang sedang mempereteli bangkai mobil yang terbakar. Beberapa pemulung dan warga sekitar mencopot pintu kendaraan dan membawanya dengan menggunakan sepeda motor maupun gerobak.
Salah satu warga yang ada di lokasi, Mario (42), menceritakan kondisi di depan Polres Metro Jakarta Timur masih ramai oleh warga yang menyaksikan sisa-sisa kerusuhan.
"Tapi kalau massa aksi tidak ada, sudah tidak kelihatan," ujar Mario.
Dia juga mengatakan sejumlah mobil dan truk di halaman Polres sudah hangus terbakar.
"Mobil polisi di dalam beberapa hangus, pokoknya sudah hancur lah di dalam sama massa," ucap Mario.