Trivia: Mobil Samapta Polisi Denpasar Diserang Massa di DPRD Bali, Pengemudi Dilarikan ke RS
Seorang personel Polresta Denpasar dilarikan ke rumah sakit setelah mobil samapta yang dikendarainya diserang dan dibakar massa aksi di Kantor DPRD Bali. Simak kronologi Polisi Denpasar diserang massa yang anarkis.
Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Denpasar, Bali, ketika seorang personel Polresta Denpasar harus dilarikan ke rumah sakit setelah mobil samapta yang dikendarainya menjadi sasaran serangan massa. Kendaraan dinas tersebut diserang secara tiba-tiba dan dibakar oleh sekelompok massa aksi di area Kantor DPRD Bali pada Sabtu malam.
Kejadian ini bermula ketika mobil samapta yang baru tiba di lokasi langsung dicegat dan dihancurkan oleh ratusan massa yang sudah berkumpul. Pengemudi mobil nahas tersebut mengalami luka-luka akibat lemparan benda keras dan kini sedang menjalani perawatan medis.
Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Wiranata mengungkapkan bahwa personel yang terluka adalah pengemudi mobil tersebut. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius akan keamanan dan ketertiban di wilayah Denpasar.
Kronologi Penyerangan Mobil Samapta Polisi Denpasar
Kericuhan yang menyebabkan penyerangan terhadap mobil samapta Polresta Denpasar terjadi sekitar pukul 17.30 Wita di depan Kantor DPRD Bali, Jalan Kusuma Atmaja. Saat itu, personel Polresta Denpasar baru tiba di lokasi dengan mobil samapta dan public address untuk mengamankan situasi.
Namun, kedatangan mereka justru disambut dengan aksi anarkis dari ratusan massa yang sudah berkumpul. Massa tersebut seketika berlari ke arah mobil, melempari dengan berbagai benda, dan kemudian membakar kendaraan dinas tersebut. Pengemudi mobil, yang merupakan personel polisi, menjadi korban lemparan dan mengalami luka-luka.
Menurut Kompol I Nyoman Wiranata, mobil tersebut sebenarnya digunakan untuk mengangkut alat-alat seperti tameng yang diperlukan untuk pengamanan. Namun, belum sempat alat-alat diturunkan, mobil sudah diserang dan dibakar. Kejadian ini menunjukkan tingkat anarkisme yang tinggi dari kelompok massa tersebut.
Dugaan Identitas Massa Penyerang dan Perbedaan Aksi
Pihak kepolisian, melalui Kompol I Nyoman Wiranata, menduga bahwa massa aksi yang menyerang Kantor DPRD Bali dan membakar mobil samapta bukanlah kelompok pengemudi ojek online atau aliansi yang sebelumnya berunjuk rasa di Mapolda Bali. Dugaan ini muncul karena sifat aksi yang anarkis dan tanpa pemberitahuan resmi.
Sebelumnya, sejak pukul 10.00 Wita, Aliansi Bali Tidak Diam dan pengemudi ojek online memang telah menggelar unjuk rasa di Mapolda Bali. Mereka membawa 33 tuntutan, termasuk pembubaran DPR RI dan reformasi total Polri. Kericuhan sempat terjadi di Mapolda Bali, namun polisi berhasil mendorong mundur massa dengan kendaraan taktis.
Kompol Wiranata menegaskan bahwa kelompok yang menyerang DPRD Bali ini berbeda dan lebih anarkis. Mereka datang tanpa melapor, menunjukkan bahwa aksi tersebut tidak terkoordinasi dengan baik dan cenderung memicu kekacauan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan.
Imbauan Polisi dan Dampak Terhadap Pariwisata Bali
Menyikapi situasi yang tidak kondusif, Polresta Denpasar bersama gabungan Polda Bali telah menyiagakan sebanyak 120 personel untuk mengamankan lokasi. Kompol Wiranata berharap situasi dapat segera aman dan massa dapat membubarkan diri secara tertib.
Ia mengimbau agar massa aksi segera kembali ke rumah masing-masing, terutama mengingat Bali adalah destinasi pariwisata utama. Aksi anarkis semacam ini dikhawatirkan dapat merusak citra Bali dan berdampak negatif terhadap sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.
Pihak kepolisian menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan keamanan. Mereka berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang ingin menciptakan suasana ricuh, demi kepentingan bersama dan kelangsungan pariwisata Bali.
Sumber: AntaraNews