Bullying di Sekolah Makin Mengkhawatirkan, Jenderal Polisi Perintahkan Bentuk Satgassus di Jabar
Satgas akan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Humas, Binmas, jajaran unit PPA Polda Jawa Barat hingga organisasi pelajar di sekolah.
Polda Jawa Barat bakal membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mencegah paparan paham ekstrem, radikalisme, hingga kekerasan pada anak dan pelajar. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman rekrutmen kelompok terorisme terhadap anak, serta maraknya kasus bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pembentukan satgas merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan. Satgas akan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Humas Binmas, dan jajaran unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Barat hingga organisasi pelajar di sekolah.
“Kapolda Jabar telah memerintahkan Humas, Binmas, dan unit PPA, akan kita bentuk satgas untuk kita libatkan dari PKS atau polisi keamanan sekolah yang di OSIS dan organisasi di sekolahan itu kita ajak untuk edukasi agar jadi pelapor dari tindakan bullying yang dilakukan di sekolah,” ungkap Hendra kepada wartawan, Kamis (20/11).
Bullying Amat Mengkhawatirkan
Hendra mengatakan, tindakan bullying amat mengkhawatirkan. Di Amerika tindakan ini bisa memicu penembakan di sekolah, di sisi lain, ia juga menyinggung bahwa tindakan perundungan bisa memicu kekerasan ekstrem lain, seperti yang terjadi di Sukabumi.
“Karena ternyata akibat bullying sangat besar dampaknya,” ucap dia.
Fenomena perundungan pun dinilai jadi hal serius di lingkungan sekolah, bersama dengan kasus pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap murid dan kekerasan antara pelajar dan guru.
“Ini memang menjadi sesuatu yang kritis untuk kita antisipasi di era kekinian ini,” katanya.
Dengan satgas baru ini, harapannya sistem pelaporan dapat terbentuk lebih efektif dan mempercepat deteksi masalah. Sehingga upaya pencegahannya pun dapat sedini mungkin.