Bukan Hanya Penjara: Kemenimipas Wujudkan Kontribusi Sektor Florikultura di FLOII 2025
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menunjukkan peran tak terduga dalam mendukung sektor florikultura nasional di ajang FLOII 2025. Bagaimana kontribusi mereka dalam pameran internasional ini?
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) secara aktif mendukung pengembangan sektor florikultura nasional. Dukungan ini diwujudkan melalui partisipasi Kemenimipas dalam ajang pameran tanaman hias skala internasional, Floriculture Indonesia International Expo (FLOII) 2025.
Pameran bergengsi ini diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang, Banten, dan berlangsung hingga tanggal 26 Oktober 2025. Kehadiran Kemenimipas menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan industri tanaman hias di kancah global.
Menteri Imipas, Agus Andrianto, menyatakan bahwa FLOII 2025 merupakan upaya strategis untuk memperluas akses pasar dan mempromosikan industri tanaman hias. Pameran ini juga diharapkan dapat menumbuhkan gairah pelaku usaha dari berbagai negara, mulai dari Asia Tenggara hingga Eropa.
Peran Kemenimipas dalam Pameran Internasional FLOII 2025
Menteri Imipas Agus Andrianto menilai penyelenggaraan FLOII 2025 sangat penting bagi perkembangan industri florikultura di Indonesia. Pameran ini bertujuan untuk memperluas akses, mempromosikan, serta mengembangkan sektor tanaman hias nasional.
FLOII 2025 berhasil menarik partisipasi pelaku usaha dari berbagai penjuru dunia, termasuk Asia Tenggara, Taiwan, Tiongkok, Ekuador, Amerika Serikat, dan Eropa. Kehadiran delegasi internasional ini membuktikan bahwa Indonesia kini menjadi bagian penting dalam dialog global mengenai florikultura dan hortikultura.
Agus Andrianto menegaskan, “Ini membuktikan bahwa Indonesia kini menjadi bagian dari epicentrum yang paling penting dalam dialog global tentang florikultura dan hortikultura.” Pernyataan ini menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam peta industri tanaman hias dunia.
Dukungan Ekonomi Hijau dan Kemudahan Layanan Imigrasi
Pameran FLOII 2025 juga menjadi momentum krusial untuk menanam lebih banyak kolaborasi dan menumbuhkan inovasi. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau nasional, Kemenimipas berkomitmen untuk berkontribusi aktif. Kontribusi tersebut diwujudkan dengan menghadirkan sistem keimigrasian yang atraktif dan berintegritas.
Kemenimipas juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan kepastian layanan kepada seluruh pemangku kepentingan. Ini mencakup pelaku usaha, peneliti, serta mitra internasional yang turut mengembangkan sektor-sektor strategis nasional, termasuk florikultura dan hortikultura.
Inovasi Warga Binaan Pemasyarakatan di Sektor Florikultura
Selain itu, Kemenimipas terus memperluas program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan. Program ini mencakup berbagai bidang seperti ketahanan pangan, UMKM, dan balai latihan kerja.
Melalui program ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja. Kontribusi nyata dari program ini terlihat dalam pameran FLOII 2025.
Produk florikultura hasil karya warga binaan dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan turut dipamerkan. Produk-produk tersebut meliputi pot, media tanam, hasil karya coir shade serabut kelapa, serta berbagai tanaman yang dibudidayakan.
Menteri Agus Andrianto menambahkan, “Sebenarnya banyak yang sedang dan telah jajaran Pemasyarakatan lakukan walau belum banyak terinformasi. Jadi, kami sangat bersyukur bisa berkontribusi menyukseskan acara ini.” Pameran ini diselenggarakan oleh Dyandra Event Solutions di Hall 5, ICE BSD City, Tangerang.
Sumber: AntaraNews