INACRAFT 2025 mengusung tema 'Craft, Culture, and Future' dan menjadi salah satu pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, yang menampilkan beragam karya kriya unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang niaga, tetapi juga sebagai wadah untuk mengekspresikan budaya dan kreativitas pelaku UMKM lokal.
PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) turut berpartisipasi dalam INACRAFT Oktober 2025 dengan menghadirkan produk-produk terbaik dari mitra binaannya yang berasal dari berbagai daerah. Kehadiran BKI bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat lokal. Beragam produk unggulan yang ditampilkan meliputi mutiara dari MC Mutiara Cool, busana ecoprint dari Bagja Fashion, produk rajutan dari Trina Rajut, serta souvenir berbahan limbah kertas dari Ati Souvenir.
Kehadiran BKI dalam pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) agar dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional.
"Kami ingin membantu para pelaku UMK binaan untuk naik kelas dan lebih percaya diri menampilkan karya mereka di pasar yang lebih luas. INACRAFT menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia punya kualitas dan nilai budaya yang tinggi," ungkap Kepala Unit TJSL PT BKI Arief Bijaksana Prawira Negara.
Dengan partisipasi ini, BKI berharap dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional dan memperkuat peran UMK sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Melalui dukungan ini, diharapkan UMK dapat lebih berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan.
Advertisement
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa rasio kewirausahaan di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand. Ia mencatat bahwa rasio kewirausahaan di Indonesia baru mencapai 3,4 persen.
"Sementara kalau kita lihat Malaysia, Thailand, itu sudah di atas 4 persen. Singapura sudah 8,6 persen," ungkap Budi dalam acara peluncuran Gemini Academy di kantor Kemendag, Jakarta, pada Jumat (21/2).
Untuk mencapai status negara maju, rasio kewirausahaan Indonesia harus berada di atas 10 persen. "Pokoknya (rasio kewirausahaan) kita usahakan terus, kita kejar sebagus mungkin," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan apresiasi kepada Google Indonesia atas peluncuran program Gemini Academy.
"Dengan adanya Gemini bisa mempermudah UMKM dan membantu Kemendag dalam hal akses informasi pasar."
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi UMKM adalah sulitnya mendapatkan akses informasi, sehingga program ini diharapkan dapat menjadi jembatan. Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, menambahkan bahwa mereka telah menjalankan program Gapura Digital dan Women Will untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam hal intelijen pasar.
"Bersama Kementerian Perdagangan pada tahun 2021, kami juga telah melatih lebih dari 500 UMKM di Indonesia Timur dan mendapatkan banyak sekali cerita-cerita sukses," bebernya.
Advertisement
Pameran INACRAFT 2025 kembali menjadi platform bergengsi bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk menunjukkan karya terbaik mereka. Pada tahun ini, Kementerian BUMN melalui Rumah BUMN hadir dengan membawa 52 UMKM binaan yang menampilkan 149 jenis produk unggulan dalam kategori fashion, kerajinan tangan, dan aksesoris. Salah satu perusahaan BUMN yang berkontribusi adalah PT Brantas Abipraya (Persero), yang merupakan perusahaan konstruksi yang aktif mendukung pengembangan UMKM.
Partisipasi dalam INACRAFT 2025 bukan hanya sekadar menampilkan produk, tetapi juga membuktikan bahwa UMKM binaan Brantas Abipraya dan Rumah BUMN semakin siap untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, BUMN berkomitmen untuk memastikan para pelaku usaha memiliki daya saing yang tinggi dan dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang lebih luas. Antusiasme pengunjung terhadap INACRAFT 2025 sangat luar biasa, dengan lebih dari 100 ribu orang yang hadir sepanjang acara. Keberhasilan UMKM dari BUMN dalam pameran ini terlihat dari total nilai penjualan yang mencapai Rp5,7 miliar.
Dengan demikian, partisipasi BUMN dalam pameran ini tidak hanya meningkatkan visibilitas produk, tetapi juga memperkuat posisi UMKM dalam industri kreatif.