Tiga Spesies Baru Tanaman Hias Kemoyang Endemik Sumatra, Sembilan Tahun Sudah Beredar di Jepang

Spesimen tanaman itu ditemukan melalui perdagangan tanaman hias tersebar di medsos kolektor dan pehobi.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Tiga Spesies Baru Tanaman Hias Kemoyang Endemik Sumatra, Sembilan Tahun Sudah Beredar di Jepang
Tiga Spesies Baru Tanaman Hias Kemoyang Endemik Sumatra, Sembilan Tahun Sudah Beredar di Jepang (Merdeka.com)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim dari Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) berhasil mengungkap tiga spesies baru tumbuhan aroid dari genus Homalomena berasal dari Sumatra.

Ketiga spesies ditemukan Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Muhammad Rifqi Hariri bersama Arifin Surya Dwipa Irsyam itu diberi nama ilmiah Homalomena pachyderma A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri, Homalomena pulopadangensis A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri, dan Homalomena uncinata A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Telopea Volume 30 tahun 2026.

Peneliti BRIN Muhammad Rifqi Hariri menyebutkan spesimen tanaman tersebut ditemukan melalui perdagangan tanaman hias yang tersebar di media sosial oleh kolektor dan pehobi menunjukkan ciri morfologi tidak biasa dan belum teridentifikasi.

"Platform digital kini menjadi salah satu pintu masuk awal untuk mengenali potensi spesies baru, terutama dari tanaman hias yang beredar di kalangan kolektor," kata Rifqi dalam keterangan di Jakarta, Selasa (14/4).

Rifqi menjelaskan ketiga spesies yang ditemukan memiliki karakter morfologi yang khas dan berbeda dari spesies Homalomena lainnya di Sumatra.

Spesimen Tanaman Endemik Sumatra
Spesimen Tanaman Endemik Sumatra Antaranews.com

Homalomena pachyderma memiliki daun tebal dengan permukaan atas daun ber-papila, Homalomena pulopadangensis dicirikan oleh bentuk daun sempit dengan genicula yang lebih tebal dan staminodia claviform, sementara Homalomena uncinata memiliki rambut berbentuk kait yang unik di permukaan atas daunnya.

Perbedaan ini, lanjut Rifqi, menjadi dasar utama dalam penetapan statusnya sebagai spesies baru. Penelitian juga menunjukkan bahwa ketiga spesies tersebut berasal dari wilayah Sumatera Utara dan diduga memiliki sebaran terbatas, sehingga berpotensi bersifat endemik.

Spesimen yang diteliti sebagian besar berasal dari tanaman hasil budidaya yang dikoleksi dari alam dan kemudian dipelihara di pembibitan sebelum dikaji lebih lanjut. Uniknya, spesimen Homalomena uncinata telah beredar hingga ke Jepang sejak sembilan tahun yang lalu meskipun alur perolehan dan legalitasnya belum jelas.

Temuan ini menegaskan bahwa koleksi tanaman di pembibitan serta keterlibatan komunitas pehobi memiliki kontribusi penting dalam mengungkap keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasi.

Selain itu, hasil penelitian ini semakin memperkuat posisi Sumatra sebagai salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena di kawasan Asia Tenggara.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Telopea Volume 30, halaman 35–42 (2026) dengan judul "Taxonomic contributions to the genus Homalomena (Araceae) in Western Malesia: three new species from Sumatera discovered through the ornamental plant trade." Artikel ilmiah dapat diakses melalui tautan: https://doi.org/10.7751/telopea21461.

Rekomendasi