Bukan Cuma Ulat, Ternyata Ada Jangkrik Juga! Pemkab Bantul Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Bantul Agar Insiden Tak Terulang
Pemkab Bantul serius menanggapi temuan ulat, telur lalat, dan jangkrik pada menu Makan Bergizi Gratis Bantul. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah mengambil langkah serius menyikapi insiden temuan benda asing pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi bersama pihak penanggung jawab penyedia makanan telah dilakukan. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa, seperti ditemukannya ulat, telur lalat, dan jangkrik di menu salah satu sekolah, tidak terulang kembali di kemudian hari.
Insiden tersebut mencuat setelah beredarnya video di aplikasi pesan WhatsApp yang memperlihatkan adanya temuan tak lazim pada hidangan MBG di hadapan siswa. Kepala SMP Negeri 2 Sewon, Susi Daryanti, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihak sekolah telah memberitahukan insiden ini kepada pengelola program MBG yang bersangkutan.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, menjelaskan bahwa Pemkab Bantul tidak memiliki wewenang langsung untuk menegur penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meskipun demikian, Pemkab Bantul telah berdiskusi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi dan membangun komitmen bersama demi perbaikan kualitas program Makan Bergizi Gratis Bantul.
Evaluasi Menyeluruh dan Komitmen Bersama
Hermawan Setiaji menegaskan bahwa meskipun Pemkab Bantul tidak memiliki wewenang untuk menegur langsung pihak SPPG karena memiliki hierarki sendiri, diskusi telah dilakukan. "Kami kan tidak punya wewenang menegur, karena mereka punya hirarki sendiri. Akan tetapi, Pemkab Bantul sudah melakukan rembugan (berdiskusi) agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali," ujarnya.
Diskusi tersebut melibatkan sejumlah stakeholder terkait, termasuk penyedia makanan bergizi itu sendiri. Tujuannya adalah untuk mengonfirmasi kejadian dan membangun komitmen kuat. "Jadi, itu kami evaluasi bareng-bareng dan bangun komitmen agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali," tambah Hermawan.
Insiden temuan benda asing pada menu MBG di SMP Negeri 2 Sewon Bantul meliputi:
- Ulat
- Telur lalat
- Jangkrik
Temuan ini menjadi perhatian utama dalam evaluasi yang dilakukan oleh Pemkab Bantul. Fokus utama adalah pada peningkatan pengawasan dan standar kebersihan dalam penyediaan makanan.
Pembentukan Satgas Percepatan Program MBG
Selain evaluasi dan pembangunan komitmen, pemerintah daerah juga telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berada di Bantul. Komunikasi ini merupakan bagian dari upaya untuk memaksimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Bantul.
Dari hasil komunikasi tersebut, telah tercapai kesepahaman untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan program MBG. Satgas ini akan mencakup orang-orang dari BGN sendiri, menunjukkan keseriusan dalam penanganan masalah gizi dan kualitas pangan.
Tim dalam Satgas tersebut nantinya akan memiliki peran penting dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai permasalahan maupun kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan program MBG di Bantul. Kehadiran Satgas ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan keamanan program, memastikan bahwa setiap hidangan yang disajikan benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi oleh para siswa.
Sumber: AntaraNews