Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa. Langkah ini diambil menyusul adanya laporan temuan makanan basi dan berulat di beberapa lokasi.
Peninjauan tersebut dilakukan pada hari Rabu di beberapa titik, salah satunya di SDN Mlajah 2, Bangkalan. Fauzan Jakfar secara langsung memeriksa kualitas dan kelayakan menu yang disajikan. Hal ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap kekhawatiran masyarakat.
Tujuan utama dari inspeksi ini adalah untuk memastikan bahwa makanan yang didistribusikan kepada anak-anak sekolah aman dan memenuhi standar gizi. Wabup ingin menjamin kasus serupa tidak akan terulang lagi di masa mendatang. Keamanan pangan siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Advertisement
Advertisement
Memastikan Kualitas dan Keamanan Menu MBG
Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Fauzan Jakfar secara cermat memeriksa setiap porsi makanan yang dibagikan. Ia berinteraksi langsung dengan pihak sekolah dan siswa untuk mendapatkan masukan. Tinjauan ini merupakan upaya serius untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG.
Hasil peninjauan di SDN Mlajah 2 menunjukkan kondisi yang positif. "Alhamdulillah, tadi tidak ditemukan ada makanan yang tidak layak," ujar Fauzan Jakfar. Ia menambahkan bahwa makanan yang diperiksa dalam kondisi bagus, layak konsumsi, dan memiliki aroma yang sedap.
Fauzan Jakfar juga menekankan bahwa temuan makanan basi dan berulat sebelumnya hanya terjadi di sebagian kecil sekolah. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah gambaran menyeluruh dari program MBG di Bangkalan. Mayoritas sekolah tetap menerima menu yang baik dan sesuai prosedur yang ditetapkan.
Advertisement
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir berlebihan terkait insiden sebelumnya. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pengawasan kualitas makanan. Kejadian tersebut dianggap sebagai "keteledoran" yang diharapkan tidak terulang lagi di masa depan.
Advertisement
Proses Pengolahan dan Kepercayaan Masyarakat
Fauzan Jakfar menjelaskan bahwa proses pengolahan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Proses ini telah mengikuti standar kesehatan yang ketat. Seluruh tahapan produksi makanan diawasi secara berlapis untuk menjamin kualitas.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh terhadap program MBG. Pemerintah daerah berkomitmen penuh terhadap keamanan pangan anak-anak sekolah. "Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa SPPG sudah mengolah MBG sesuai prosedur yang ketat, sehingga anak-anak tetap aman saat mengkonsumsinya di sekolah," tegas Fauzan.
Program MBG ini ternyata mendapat sambutan positif dari para siswa. Salah satu siswa Kelas V SDN Mlajah 2, Ilham Nur Firmansyah, mengungkapkan rasa senangnya. Ia merasa terbantu dengan adanya program ini karena bisa menikmati berbagai menu bergizi setiap harinya.
Advertisement
Ilham menambahkan bahwa menu yang disajikan sangat bervariasi, mulai dari ayam, ikan, daging, hingga telur. "Senang, lauknya ganti-ganti. Kadang ayam, ikan, daging, kadang telur jadi tidak bosan. Saya paling suka menu ayam," ujarnya antusias. Variasi menu ini membuat siswa tidak merasa bosan.
Advertisement
Insiden Sebelumnya yang Memicu Peninjauan
Insiden yang memicu peninjauan ini terjadi sebelumnya di SMA Negeri 3 Bangkalan. Sebanyak 552 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Makanan tersebut dilaporkan berbau busuk dan bahkan berulat, menimbulkan kekhawatiran serius.
Menanggapi temuan tersebut, pihak SMA Negeri 3 Bangkalan segera mengambil tindakan. Mereka menolak ratusan porsi MBG yang bermasalah itu. Pengelola makanan diminta untuk segera menarik kembali seluruh porsi yang ditemukan tidak layak.
Sumber: AntaraNews
Advertisement