BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat, Tekan Biaya Penyakit Kronis
BPJS Kesehatan menyerukan pentingnya Pola Hidup Sehat untuk menekan lonjakan biaya penanganan penyakit kronis yang mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahunnya. Simak langkah pencegahannya!
BPJS Kesehatan mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk secara konsisten menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian. Ajakan ini muncul sebagai respons terhadap tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk penanganan penyakit kronis setiap tahunnya. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menekan angka penderita dan biaya pengobatan di masa mendatang.
Pada tahun 2025 saja, BPJS Kesehatan mengalokasikan Rp50,2 triliun dari total Rp190,3 triliun untuk menanggung 59,9 juta kasus penyakit kronis. Angka ini menunjukkan beban finansial yang signifikan akibat penyakit seperti jantung, gagal ginjal, dan kanker. Oleh karena itu, pencegahan dini melalui gaya hidup sehat menjadi sangat krusial.
Inisiatif ini bukan hanya bertujuan mengurangi beban anggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan kesadaran dan tindakan nyata, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari risiko penyakit kronis yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan biaya besar.
Lonjakan Biaya Penyakit Kronis Jadi Perhatian Utama BPJS Kesehatan
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menyoroti peningkatan biaya penanganan penyakit kronis yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Penyakit-penyakit seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hati, thalassemia, dan hemofilia menjadi penyumbang terbesar dalam pengeluaran tersebut. Padahal, banyak dari penyakit ini sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat konsisten menerapkan pola hidup sehat.
Penyakit jantung menempati peringkat pertama dengan 29,7 juta kasus dan menelan biaya Rp17,3 triliun. Disusul oleh gagal ginjal dengan 12,6 juta kasus dan biaya Rp13,3 triliun. Sementara itu, penyakit kanker berada di posisi ketiga dengan 7,2 juta kasus yang membutuhkan biaya Rp10,3 triliun.
Data ini menunjukkan urgensi bagi setiap individu untuk lebih memperhatikan kesehatan diri. Pola hidup sehat yang diterapkan sejak dini dapat menjadi investasi terbaik untuk masa depan, mengurangi risiko terkena penyakit berat dan beban finansial yang menyertainya.
BPJS Kesehatan Galakkan Gerakan dan Skrining untuk Pencegahan
Menyadari korelasi antara gaya hidup dan penyakit kronis, BPJS Kesehatan menginisiasi berbagai program pencegahan. Salah satunya adalah “Gerak 335”, sebuah rangkaian aktivitas fisik sederhana yang mudah diterapkan oleh siapa saja. Gerakan ini melibatkan jalan santai tiga menit, dilanjutkan jalan cepat tiga menit, dan diulang lima kali hingga mencapai total 30 menit.
Selain aktivitas fisik, BPJS Kesehatan juga menyediakan fasilitas Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, chat WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs web resmi BPJS Kesehatan, atau langsung di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Proses skrining ini hanya memakan waktu 5-10 menit namun memberikan manfaat besar.
Melalui skrining, masyarakat bisa mengetahui potensi risiko mengidap penyakit kronis. Rizzky Anugerah menekankan bahwa semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula penanganan yang dapat dilakukan, sehingga peluang kesembuhan dan manajemen penyakit menjadi lebih baik. Ini adalah bagian penting dari upaya Pola Hidup Sehat BPJS Kesehatan.
Empat Pilar Gizi Seimbang untuk Pola Hidup Sehat Optimal
Prof. Trina Astuti, Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II, turut menekankan pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Menjelang Hari Gizi Nasional ke-66, ia memaparkan empat pilar gizi seimbang yang dapat diaplikasikan dalam kebiasaan sehari-hari.
Pilar pertama adalah mengonsumsi makanan beragam untuk memastikan asupan gizi yang lengkap. Kedua, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Ketiga, aktif secara fisik, dan keempat adalah menjaga berat badan tetap dalam batas normal. Panduan “Isi Piringku” juga menjadi acuan penting, di mana setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat karbohidrat, dan seperempat lauk pauk protein.
Pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) juga sangat krusial. Batasan harian yang direkomendasikan adalah maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak. Memahami dan menerapkan panduan ini adalah fondasi penting dalam mewujudkan Pola Hidup Sehat BPJS Kesehatan.
Kebiasaan Sehari-hari Penentu Kesehatan Jangka Panjang
Selain panduan gizi, Prof. Trina Astuti juga mengingatkan pentingnya kebiasaan membaca label pada kemasan makanan. Hal ini membantu masyarakat mengetahui kandungan gizi, komposisi bahan, serta jumlah gula, garam, atau lemak yang terkandung. Klaim “rendah gula” pada produk, misalnya, bisa menyesatkan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Aktivitas fisik juga tidak melulu harus olahraga berat. Membiasakan diri naik tangga alih-alih menggunakan eskalator adalah contoh kecil namun berdampak besar. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.
Terakhir, memantau berat badan secara rutin merupakan langkah pencegahan yang efektif. Tiga kebiasaan ini—membaca label, aktif bergerak, dan memantau berat badan—adalah langkah optimal yang bisa dilakukan sehari-hari untuk mencegah penyakit kronis dan mendukung inisiatif Pola Hidup Sehat BPJS Kesehatan.
Sumber: AntaraNews